Ekonomi dan Bisnis

Triwulan IV-2018, BI Perkirakan Penjualan Eceran Membaik

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan, penjualan eceran pada triwulan IV-2018 dan keseluruhan tahun 2018 akan membaik. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada triwulan IV 2018 diprakirakan tumbuh 4,7% (yoy), meningkat dibandingkan 4,6% (yoy) pada triwulan III-2018.

Berdasarkan keterangan BI, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019 menyebutkan, secara keseluruhan tahun 2018, penjualan eceran menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan di 2017. Hal ini tercermin dari rerata pertumbuhan IPR sepanjang 2018 sebesar 3,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan rerata pada 2017 sebesar 2,9% (yoy).

Penjualan eceran yang diprakirakan meningkat ini sudah terlihat dari kondisi penjualan eceran pada November 2018 tumbuh meningkat. Hal tersebut terindikasi dari IPR dari Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia pada November 2018 yang tumbuh 3,4% (yoy), atau lebih tinggi dari 2,9% (yoy) pada Oktober 2018.

Baca juga: Survei BI: Penjualan Eceran Melambat di Oktober 2018

Di November 2018, peningkatan penjualan eceran terutama didorong oleh kinerja penjualan pada subkelompok komoditas sandang. Peningkatan penjualan eceran juga didorong oleh kelompok komoditas bahan bakar kendaraan bermotor serta barang budaya dan rekreasi.

Kenaikan penjualan eceran diprakirakan berlanjut pada Desember 2018 sebagaimana terindikasi dari IPR yang tumbuh 7,7% (yoy), terutama bersumber dari peningkatan penjualan kelompok komoditas barang lainnya, khususnya subkelompok komoditas sandang dan kelompok komoditas barang budaya dan rekreasi.

Selain itu, pertumbuhan penjualan eceran juga terjadi pada kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau. Peningkatan penjualan eceran pada Desember 2018 tersebut sejalan dengan faktor musiman perayaan Natal dan tahun baru.

Hasil survei juga mengindikasikan penurunan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang (Februari 2019). Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 160,1, lebih rendah dibandingkan dengan 163,9 pada bulan sebelumnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

3 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

6 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

9 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

14 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

14 hours ago