ILUSTRASI. Gedung Bank Lampung. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) membukukan laba bersih sebesar Rp92,75 miliar pada kuartal-III 2024. Angka tersebut terkontraksi 23,13 persen secara year on year (yoy) dari triwulan-III 2023, dengan penghasilan laba bersih sebesar Rp120,65 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan mereka, penyusutan laba bersih ini disebabkan karena meningkatnya beban operasional sebesar 12,65 persen (yoy) menjadi Rp269,59 miliar, dari Rp239,31 miliar di periode sama pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pendapatan bunga bersih Bank Lampung hanya naik 0,68 persen (yoy) menjadi Rp399,86 miliar. Alhasil, laba operasional mereka turun dari Rp147,54 miliar pada kuartal-III 2023, menjadi Rp130,27 miliar di triwulan-III 2024.
Baca juga: Kredit Tumbuh 9,66 Persen, Bank Lampung Raup Laba Rp71,38 Miliar di Semester I 2024
Padahal, bank yang kini dipimpin Pjs. Direktur Utama Mahdi Yusuf, ini mencatat pertumbuhan fungsi intermediasi yang baik. Aset mereka berada di angka Rp11,09 triliun, tumbuh 8,72 persen (yoy). Kredit juga mengalir deras, mengalami kenaikan 9,56 persen menjadi Rp7,25 triliun.
Begitu pun halnya dengan dana pihak ketiga (DPK), yang kini angkanya mencapai Rp9,18 triliun, tumbuh double digit 10,84 persen (yoy). Pertumbuhan DPK dibarengi juga dengan persentase non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,40 persen.
Sementara, dari sisi rasio keuangan, Bank Lampung mampu menurunkan loan to deposit ratio (LDR) berhasil turun 0,92 basis poin (bps) menjadi 78,99 persen. Return of Asset (RoA) dan Return of Equity (RoE) masing-masing sebesar 1,41 persen dan 9,68 persen. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More