Jakarta–Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, total premi bruto reasuransi umum pada triwulan III-2016 sebesar Rp7,4 trilliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 42,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp5,2 triliun.
Wakil Ketua Bidang Statistik, Informasi & Analisa AAUI, Dadang Sukresna mengatakan, ada 4 lini bisnis reasuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif di triwulan III-2016 yaitu, Pesawat Udara, Energi Darat, Kesehatan, dan terakhit Penjaminan.
Untuk premi di lini bisnis Pesawat Udara tercatat sebesar Rp35,68 miliar di triwulan III-2016, atau mengalami penurunan sebesar 26,4% jika dibandingkan dengan triwulan III-2015 yakni Rp48,48 miliar. Kemudian di lini bisnis Energi Darat, justru tidak ada raihan premi dibandingkan dengan triwulan III 2015 yang sebesar Rp49,9 miliar.
“Di lini bisnis Kesehatan dan Penjaminan juga tidak ada raihan premi. Pada kuartal III-2015 total premi di lini masing-masing sebesar Rp223,2 miliar dan Rp13,12 miliar,” ujar Dadang di Jakarta, Selasa, 22 November 2016.
(Baca juga: OJK Target Rp10 Triliun dari Reasuransi dalam Negeri)
Sedangkan total klaim bruto reasuransi umum sampai dengan triwulan III-2016, kata dia, tercatat sebesar Rp2,3 trilliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 31,5% jika dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama yakni Rp1,8 triliun.
Menurutnya, peningkatan klaim terjadi pada sebagian besar lini usaha reasuransi umum. Sedangkan lini usaha yang mencatatkan penurunan klaim terdiri dari Energi Darat, Energi Off Shore, Tanggung Gugat, Kesehatan, dan Penjaminan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More