Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Trisula Textile Industries Tbk – salah satu pilar usaha Grup Trisula Corporation, resmi melakukan Pencatatan Perdana Saham (Listing) di Bursa Efek Indonesia. Perseroan dengan kode perdagangan saham “BELL”. Perusahaan satu ini menetapkan harga intial public offering (IPO) pada level Rp150 per saham atau berada di batas atas harga penawaran.
“Dalam masa penawaran awal (bookbuilding) sebelumnya, harga IPO Trisula ditawarkan antara Rp140-150 per saham. Artinya, dengan melepas hingga 300.000.000 saham atau 20,69 persen dari modal disetor dan ditempatkan perusahaan, maka perusahaan di sektor tekstil ini mendapatkan dana sebesar Rp45 miliar,” Kata Direktur Utama PT Lotus Andalan Sekuritas, Wientoro Prasetyo, sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek di Jakarta, Selasa, 3 Oktober 2017.
Perseroan sendiri telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 September, dengan masa penawaran 26-28 September, dan jadwal penjatahan saham dilakukan pada 29 September 2017 lalu. Saham Trisula mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,62 kali.
“Dana hasil IPO sebesar Rp45 miliar itu, sebagian besar 71 persen akan digunakan untuk membeli mesin-mesin guna mendukung proses produksi Perseroan. Sedangkan sisanya 29 persen, dana akan dialokasikan untuk modal kerja guna mendukung operasional perusahaan,” kata Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk, Karsongno Wongso Djaja.
Rencananya mesin yang akan dibeli baik di tahun 2017 maupun di tahun 2018 sebagian besar adalah mesin weaving. Perseroan selain mempercayakan penjamin pelaksana emisi kepada PT Lotus Andalan Sekuritas, juga terdapat penjamin emisi efek lainnya seperti: PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Erdikha Elit Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More