Pasar Saham; Investor harapkan dividen. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–PT Trisula International Tbk menganggarkan dana sekitar 37% dari laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp22,5 miliar atau sebesar Rp8,32 miliar sebagai dividen tunai tahun buku 2015.
Direktur Utama perseroan, Lisa Tjahjadi mengatakan keputusan pembagian dividen senilai Rp8 per saham diperoleh setelah perseroan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini.
“Sisa dari laba bersih tahun buku 2015 akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained earning) untuk mendukung pengembangan perseroan tahun 2016,” ucapnya, di Jakarta, Senin, 18 April 2016.
Pembangian dividen lanjut Lisa, akan dilaksanakan perseroan sesuai dengan peraturan yang ada di pasar modal. Dimana, dividen dibagikan paling lambat 30 hari setelah keputusan RUPS.
Seperti diketahui, perseroan behasil melalui tahun 2015 dengan kinerja yang cukup baik. Meski, banyak tantangan baik dari situasi ekonomi global maupun donestik. Seperti dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD). Kemudian ditambah dengan adanya inflasi yang terjadi sepanjang tahun 2015.
Tercatat, penjualan bersih perseroan pada tahun 2015 sebesar Rp859,74 miliar naik 15,1% dari tahun 2014. Meski, laba bersih turun tipis atau sebesar 6,4% dari peroleh di tahun 2014 atau menjadi Rp22,5 miliar.
Adapun, total aset tumbuh 10% diikuti dengan total liabilits yang juga meningkat sebesar 15%. Total ekuitas pada akhir tahun 2015 sebesar Rp329 miliar, tumbuh 7% dibandingkan 2014. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More