Tridomain Performance Tawarkan Saham di Kisaran Rp210-Rp276
Jakarta – PT Tridomain Performance Materials Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham dengan melepas sebanyak-banyaknya 5,79 miliar lembar saham dengan kisaran harga Rp210-Rp276. Pada IPO ini, Tridomain Performance menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
“Saham yang dilepas sebanyak-banyaknya 5,78 miliar lembar dengan harga sekitar Rp210-Rp276 per saham,” kata Associate Director Sinarmas Sekuritas, Harta Setiawan di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.
Dia mengatakan, jumlah saham yang dilepas ke publik tersebut setara dengan 40 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Rencananya, sebesar 55 persen dana hasil IPO dibuat untuk ekspansi bisnis dan sebesar 45 persen untuk modal kerja.
Baca juga: Bos BEI Dorong 22 Perusahaan Besar IPO Tahun Ini
Harta menyebutkan, penawaran awal akan dilaksanakan pada 7-9 Maret 2018, sehingga pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan pada 21 Maret 2018.
“Penawaran umum akan dilaksanakan pada 23-27 Maret 2018 dan pencatatan di BEI diharapkan pada 4 April 2018,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Tridomain Performance, Choi Choon Ha meyakini, pelaksanaan IPO ini akan mampu mendorong pertumbuhan kinerja dan performa perseroan. “IPO yang kami lakukan ini ditujukan untuk keberlangsungan ekspansi bisnis,” tutup Choi. (*)
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More