Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menilai, pemulihan ekonomi nasional berbanding lurus dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dilihat dari sisi restrukturisasi kredit, ia menyebut bahwa polanya sudah mulai melandai.
Menurutnya, bilamana penyebaran kasus positif Covid-19 mulai berkurang, secara bersamaan pemulihan ekonomi akan tercapai.
Hery melihat saat ini tren restrukturisasi kredit perbankan sudah mulai melandai. Menurutnya, pemerintah sudah mulai fokus pada penanganan kesehatan dengan memperbanyak tes Covid-19 di seluruh lapisan masyarakat.
“Sekarang ini fokusnya harus pada kesehatan, bila kasus (positif Covid-19) berkurang tentu restrtukturisasi kredit semakin melandai,” kata Hery melalui video conference di Jakarta, Selasa, 8 September 2020.
Hery menyampaikan, hingga 13 Agustus 2020, Bank Mandiri sendiri telah melakukan Restrukturisasi Kredit senilai Rp119,3 triliun kepada 545.692 debitur. Jumah debitur tersebut terbagi ke sektor wholesale sebanyak 143 debitur, SME dan Mikro sebanyak 324.085 debitur, dan Retail Loan sebanyak 221.464 debitur.
“Baki debet hampir mencapai Rp120 triliun, perkembangan terakhir polanya sudah mulai melandai, meskipun perkembangan kasus Covid-19 agak surprise namun jumlah alat ujinya tesnya makin banyak kesempatan tes banyak,” kata Hery.
Menurutnya, tren permintaan restrukturisasi kredit tersebut sudah mulai melandai bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya saat pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, dirinya terus mengimbau masyararakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More
Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More