Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (16/1) siap lanjutkan tren penguatannya, setelah di perdagangan hari sebelumnya rupiah mampu ditutup menguat 0,16 persen atau 21 poin di level Rp13.332 per dolar AS.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 16 Januari 2018 menyebutkan, laju rupiah diperkirakan akan kembali menguat setelah adanya beberapa faktor yang mendorong sentimen positif terhadap pergerakan rupiah pada dolar AS.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, rupiah diperkirakan akan menguat hari ini setelah rilis data ekspor dan impor Indonesia yang menunjukan kenaikan terhadap ekspor yang tercatat sebesar 6,9 persen (yoy) dan Impor naik sebesar 17,8 persen (yoy) di bulan Desember 2017.
“Rupiah diprediksi kemungkinan bergerak di rentang Rp13,250 – Rp13,300 per dolar AS,” ujarnya.
Di sisi lain, tambah dia, surplus neraca perdagangan Indonesia yang naik menjadi Rp11,8 miliar di 2017 dibandingkan 2016 sebesar Rp9,5 miliar, juga menjadi sentimen positif bagi laju rupiah. Perbaikan harga komoditas telah mendorong kenaikan surplus neraca perdagangan selama dua tahun terakhir.
“Selain itu kemungkinan tingginya minat investor asing terhadap lelang surat utang hari ini juga akan membantu penguatan rupiah,” ucapnya. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More