Jakarta–Hanya selang satu hari setelah People’s Bank of China (PBoC) memberi keyakinan kepada investor dengan memperkuat penetapan kurs referensi Yuan dengan nilai terbesar dalam tiga bulan terakhir, Yuan melemah di hari Selasa, 16 Februari 2016.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM mengatakan, walaupun PBoC mungkin mencoba mencegah Yuan semakin melemah di jangka pendek dan Gubernur PBoC, Zhan Xiaochuan, menyatakan keyakinan akan stabilitas Yuan dan arus keluar modal banyak yang masih meyakini bahwa tren Yuan akan tetap lemah.
Menurut Jameel, alasannya adalah karena data ekonomi 2016 akan terus menampilkan bahwa pertumbuhan PDB masih tetap melambat ke arah sekitar 6% tahun ini. “Selain itu juga karena pasar mewaspadai risiko meningkatnya arus keluar modal” pungkasnya. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More