Keuangan

Tren Investasi Kripto dan Emas 2026, Mana yang Berpotensi Paling Cuan?

Poin Penting

  • Kripto masih dominan volume transaksi di Nanovest, sejalan dengan fokus awal platform yang dibangun dengan aset kripto sebagai pilar utama
  • Emas mencatat lonjakan minat terbesar di 2026, didorong ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar global, sehingga menjadi pilihan aset lindung nilai bagi investor ritel
  • Investor diingatkan memahami profil risiko, karena keputusan investasi tidak boleh hanya mengikuti tren, terutama kripto yang memiliki volatilitas tinggi.

Jakarta – Di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian geopolitik, preferensi investor ritel Indonesia kembali diuji. Di platform Nanovest, kripto masih menjadi penyumbang volume transaksi terbesar, namun emas justru mencatat lonjakan minat paling signifikan tahun ini.

Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja, mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri perusahaan memang membangun fondasi bisnisnya di aset kripto. Hal ini tercermin dari kontribusi volume transaksi yang hingga kini masih didominasi instrumen tersebut.

“Memang dominan itu masih kripto. Karena dari pertama kali Nanovest berdiri memang itu yang kita kembangkan, pilar kita,” ujarnya saat ditemui usai acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (26/2).

Baca juga: Gak Perlu Pusing, Begini Cara Nanovest Bikin Pemula Langsung Bisa Investasi

Tren Investasi Emas

Kendati demikian, tren 2026 menunjukkan pergeseran minat yang cukup signifikan. Di tengah ketegangan geopolitik global dan fluktuasi pasar keuangan, emas menjadi aset yang paling banyak diburu investor.

“Yang sekarang peak up banget yang pasti gold. Karena di kondisi geopolitik ini gold itu naik banyak banget. Jadi user untuk yang membeli gold itu lagi banyak banget,” kata Jovita.

Fenomena ini mencerminkan perilaku klasik investor saat ketidakpastian meningkat, yakni mencari aset lindung nilai. Lonjakan minat pada emas menunjukkan bahwa investor ritel, termasuk generasi muda, mulai lebih adaptif membaca situasi global.

Baca juga: Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Namun di balik tren tersebut, Jovita mengingatkan pentingnya kesadaran akan profil risiko pribadi, terutama bagi investor pemula yang kerap terjebak euforia.

“Yang pasti pertimbangkan risk profile kamu. Misalkan risk profile kamu nggak bisa yang high risk, tapi gara-gara ikut-ikutan orang jadi investasi crypto, itu kan high risk dan fluktuatif,” tegasnya.

Menurut Jovita, keputusan investasi tidak bisa hanya didasarkan pada tren atau rekomendasi lingkungan sekitar. Setiap individu harus memahami batas toleransi terhadap gejolak harga. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Andalkan 2 Kawasan Ini, Paramount Land Incar Target Penjualan Rp5,5 T di 2026

Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More

6 mins ago

Perkuat Bisnis Retail, BCA Digital Andalkan Channeling dan Perluas Komunitas

Poin Penting PT Bank Digital BCA fokus kredit ritel lewat channeling dengan lebih dari 10… Read More

28 mins ago

BEI Bakal Terbitkan Indeks Saham Syariah Hijau Tahun Ini

Poin Penting BEI dan OJK menyiapkan indeks saham syariah hijau yang ditargetkan terbit pada 2026… Read More

41 mins ago

UEA Siap Tambah Investasi di Indonesia, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan MBZ

Poin Penting Presiden Prabowo dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed sepakat meningkatkan kerja sama investasi,… Read More

59 mins ago

Grab Pastikan Bonus Hari Raya 2026 untuk Mitra Pengemudi, Cair Sebelum Lebaran

Poin Penting Grab memastikan memberikan bonus hari raya 2026 kepada mitra pengemudi, dengan besaran disesuaikan… Read More

1 hour ago

Mau Tukar Uang Lebaran di PINTAR BI? Cek Kuotanya di Sini

Poin Penting PINTAR BI memudahkan pemesanan tukar uang Lebaran 2026 secara online tanpa antre panjang.… Read More

1 hour ago