IHSG; Dalam tekanan. (Foto: Erman)
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam kondisi tren melemah, seiring belum maraknya sentimen positif yang muncul di pasar.
Buktinya pada perdagangan sesi pertama, Jumat, 13 Mei 2016, posisi IHSG masih ditutup melemah 30,842 poin atau 0,64% ke 4.772,480. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 6,807 poin atau 0,82% ke level 818,803.
Sebelumnya pada perdagangan pagi tadi IHSG hanya dibuka turun tipis 2,130 poin atau 0,04% ke level 4.801,192.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Bursa AS sendiri ditutup mixed pada perdagangan semalam.
Harga minyak dunia juga sempat naik tajam pada sesi perdagangan hari sebelumnya, dikarenakan laporan produksi minyak AS yang di bawah harapan dan EIA memprediksikan bahwa harga minyak akan naik tajam di 2017 turut membangkitkan optimisme terhadap harga minyak mentah.
Harga minyak mentah dunia ditutup USD48,1/barrel. Sementara itu, mayoritas bursa Eropa ditutup dengan pelemahan.
Dari regional Asia, mayoritas bursa hari ini dibuka mixed, dengan indeks Nikkei225 mengalami kenaikan, sementara Hang Seng dan mayoritas indeks di Tiongkok dibuka melemah, menyusul para investor yang masih pesimis akan perbaikan ekonomi Tiongkok menyusul data-data industri dan consumer staples yang dibawah ekspektasi analis.
Untuk dalam negeri, IHSG diprediksi akan bergerak melemah, dengan minimnya katalis positif dari dalam negeri yang dapat menggerakan market. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More