Properti

Tren Bisnis Properti di Tahun Pemilu 2024, Begini Prospeknya

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga di tengah sentimen global yang meningkat, tetap menjaga asa positif bagi sektor properti di tahun 2024. 

“Jangan sampai sentimen global tersalurkan ke sini, karena ekonomi kita ini sebagian besar dilandasi oleh konsumsi. Sehingga, konsumsi pasar ini lah yang harus kita jaga,” tutur Johann Boyke Nurtanio, Country Director of Ray White Indonesia dikutip 23 Januari 2024.

Menurutnya, sektor properti merupakan salah satu engine terbesar dari pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, tahun pemilu bukanlah masalah yang besar bagi sektor properti.

Baca juga: Pelaku Industri Properti Optimistis Hadapi Tahun Politik 2024  

Ia mencontohkan, dari sisi perkantoran saja di mana demand ini akan meningkat didorong oleh konsolidasi perusahaan dan perpindahan ke gedung yang lebih baik. 

Untuk pasar kondominium, kata dia, akan mengalami penambahan pasokan sekitar 20 ribu unit dari proyek-proyek yang akan selesai tahun depan. Kemungkinan besar, para pengembang akan lebih fokus memasarkan produk existing

“Terdapat lima kota di Indonesia yang akan memiliki prospek pertumbuhan properti pada tahun 2024, yaitu Jakarta, Ibu Kota Nusantara (IKN), Bali, Surabaya, dan Tangerang,” paparnya.

Sejalan dengan itu, pengembangan infrastruktur di luar Pulau Jawa mendorong pertumbuhan properti yang lebih baik di luar Pulau Jawa.

“Hal ini diikuti dengan inovasi dan diversifikasi produk yang menjadi navigasi yang terus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar properti saat ini,” ujar Johann Boyke. 

Baca juga: Pelaku Industri Properti Sambut Positif Skema KPR Bunga Flat 35 Tahun

Adapun secara umum, pihaknya menilai sektor properti di Indonesia dinilai masih akan menunjukkan tren pertumbuhan pada tahun 2024. 

Sebagian besar para pemangku kepentingan (67 persen) optimistis bahwa sektor properti akan mampu menjawab tantangan ekonomi pada tahun 2024. 

“Sementara itu, insentif PPN DTP dinilai memberi dampak positif dalam pertumbuhan properti pada akhir tahun 2023. Setidaknya 73 persen menyatakan hal tersebut,” pungkasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

8 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

9 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

12 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

13 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

13 hours ago