Netizen 62

Traveloka PayLater Kena Hack, Kenapa Konsumen Tetap Ditagih?

Jakarta – Salah satu nasabah dari platform Travelola bernama Elsa Hermawati, warga Tangerang Selatan, Banten mengaku menjadi korban hacker dengan total kerugian senilai Rp6.882.200. 

Di mana, dengan modus pembelian tiket pesawat dengan rute Buton-Jakarta PP dengan nama pemesan tidak dikenal sama sekali. Kepada laman mediakonsumen, Rabu (30/8), dirinya menceritakan kembali kronologis kejadian tersebut. 

Nama saya Elsa. Pada tanggal 24 Agustus 2023, saya mendapatkan notifikasi tagihan penggunaan Traveloka PayLater tanpa sepengetahuan saya. Ketika saya mengecek aplikasi Traveloka, muncul notifikasi “Session time out” dan akun saya ter-logout sendiri.

Saya coba masuk dengan akun dan password yang sama, tetapi tidak bisa, dengan keterangan password salah atau tidak sesuai. Saya coba recovery menggunakan nomor telepon, akhirnya bisa login kembali setelah melakukan perubahan password.

Saya sangat kaget, karena ada histori pemesanan terakhir tiket pesawat dengan rute Buton-Jakarta PP dengan harga Rp6.882.200. Tenor pembayaran 6 kali, dengan kalkulasi total yang harus dibayar sejumlah Rp9.184.666. 

Nama penumpang tersebut saya tidak kenal sama sekali, bukan kerabat, teman maupun keluarga. Kode booking: 10537200366, dengan PNR: FJGBZY.

Saya tidak merasa melakukan pembelian ataupun membantu memesankan tiket pesawat tersebut. Namun tiba-tiba dapat tagihan dengan total begitu besar menggunakan Traveloka PayLater.

Hari itu juga saya lapor melalui DM Instagram Traveloka PayLater, kemudian berlanjut melalui email. Saya juga sudah melampirkan dokumen yang diminta pihak Traveloka. 

Malam harinya pukul 21.30-an saya cek akun Traveloka saya sudah dibantu blokir dengan notifikasi “Restricted from Purchasing (You cannot make new purchases due to suspicious activity in your account. Contact CS for assistance)”

Esoknya, Traveloka memberikan informasi yang sama sekali tidak diharapkan dan tidak memberikan solusi. Pertama, mereka infokan tidak ada aktivitas hacking, sedangkan akun Traveloka PayLater saya diblokir dengan notifikasi “Restricted from Purchasing (You cannot make new purchases due to suspicious activity in your account. Contact CS for assistance)” dan terakhir saya melakukan pemesanan pada bulan Juni 2021 untuk hotel.

Kedua, saya tetap ditagihkan pembayaran dan harus membayar tagihan tersebut. Saya sangat keberatan sekali, karena saya tidak melakukan pemesanan tersebut dan tidak menggunakannya. 

Saya juga tidak mendapatkan notifikasi apa pun ketika si hacker hendak melakukan pembayaran di aplikasi Traveloka saya. Begitu pun saya tidak pernah memberikan password akun saya kepada siapa pun karena bersifat rahasia.

Jika kita compare pada perusahaan lainnya untuk pembayaran apa pun butuh verifikasi “Sang Pengguna Akun” dengan verifikasi wajah ataupun sidik jari, maupun kode OTP. Namun saya tidak menerima OTP tersebut dan tidak memberikan kepada pihak mana pun.

Di sini saya mau membicarakan di forum ini, karena saya tidak bersedia untuk membayar. Jelas-jelas saya adalah korban dan ternyata banyak sekali yang menjadi korban atas kejadian serupa. 

Mohon agar Traveloka menanggapi surat pembaca ini dengan memberikan solusi yang membantu konsumen seperti saya, karena saya merasa sangat dirugikan.

Bagaimana bisa Traveloka memaksa saya tetap melakukan pembayaran yang mana pesanan tersebut tidak dilakukan dan dipergunakan oleh saya sendiri selaku korban? 

Saya harap pihak Traveloka bisa memberikan solusi terbaik dan menghubungi saya segera setelah adanya surat terbuka ini.

Elsa Hermawati
Tangerang Selatan, Banten

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

1 hour ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

3 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

4 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

5 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

5 hours ago