Poin Penting
Jakarta – BRI Insurance terus menjaga kepercayaan publik dan memperkuat reputasi perusahaan melalui pengelolaan komunikasi yang proaktif dan berkelanjutan.
Peran public relations (PR) atau humas dinilai semakin strategis sebagai penghubung antara perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan di tengah dinamika industri asuransi yang kian kompleks.
Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menegaskan bahwa humas tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, melainkan berperan aktif dalam menciptakan value bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami akan terus mendorong inovasi serta meningkatkan transparansi dalam komunikasi perusahaan agar dapat memberikan nilai tambah bagi semua lapisan,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Baca juga: BRI Insurance Perkuat Unit Syariah untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Sementara, Technical Senior Executive Vice President BRI Insurance, Jimmy Prawiradigja, menambahkan bahwa penguatan fungsi humas akan terus diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan menjaga citra perusahaan di tengah tantangan industri.
“Kepercayaan publik adalah aset utama. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas komunikasi perusahaan agar selaras dengan kinerja dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Baca juga: Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech Indonesia di WEF 2026
Atas kinerja komunikasi tersebut, BRI Insurance kembali meraih penghargaan sebagai Best Public Relations 2026 in Sustaining Corporate Reputation through Proactive Public Outreach (Category : General Insurance) di IPRA 2026.
Penghargaan IPRA 2026 sendiri diberikan berdasarkan penilaian komprehensif melalui desk research, media monitoring, dan expert panel, termasuk analisis pemberitaan positif terkait kinerja dan strategi humas perusahaan. (*)
Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More
Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More
Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More
Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More