News Update

Transformasi Layanan BTN, dari Bank KPR Menuju Full Banking Services

Poin Penting

  • BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap
  • Proses kredit disentralisasi lewat sistem loan factory agar lebih cepat dan efisien
  • Modernisasi cabang dan pengelolaan dokumen kredit untuk meningkatkan layanan nasabah.

Jakarta – Bank Tabungan Negara (BTN) tengah menjalankan transformasi besar dalam layanan dan operasionalnya. Bank yang selama ini dikenal sebagai bank spesialis kredit pemilikan rumah (KPR) itu kini bergerak melampaui bisnis pembiayaan perumahan dengan strategi beyond mortgage.

Melalui pembaruan operasional dan layanan, BTN ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih modern bagi nasabah.

Transformasi itu disampaikan Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta, Jumat (13/3). Ia menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan BTN bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi juga upaya membangun sistem operasional yang lebih efisien serta layanan yang semakin cepat dan nyaman bagi nasabah.

“Selama ini BTN dikenal hanya melayani KPR. Ke depan kami ingin mengubah itu, bahwa BTN bisa melayani full banking services, mulai dari transaksi hingga investasi,” ujar Nyoman.

Baca juga: BTN Siapkan Rp23,18 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Transaksi Lebaran 2026

Transformasi ini juga menjadi bagian dari visi BTN periode 2025-2029 untuk menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia.

Untuk mewujudkannya, BTN menyiapkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat mesin pendanaan agar lebih berkelanjutan, meningkatkan proporsi produk melalui cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan yang lebih lengkap dengan keunggulan customer experience.

Salah satu fokus utama transformasi itu ada di sisi operasional, terutama pada proses kredit. BTN melakukan pembaruan besar pada sistem loan processing agar proses pengajuan kredit menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan.

“Dulu pengajuan kredit ada di cabang, sementara operasionalnya di wilayah. Akibatnya prosesnya tidak selalu standar. Sekarang kita sentralisasikan melalui sistem loan factory,” tukas Nyoman.

Dengan konsep loan factory, seluruh proses operasional kredit dipusatkan sehingga memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal.

Sistem ini diyakini mampu mempercepat layanan sekaligus meminimalkan kesalahan manusia dalam proses administrasi kredit.

Selain itu, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang. Bank ini saat ini memiliki sekitar 850 jaringan kantor yang dikembangkan menjadi dua model layanan, yakni cabang konvensional dan cabang yang sepenuhnya digital. Langkah ini dilakukan agar pengalaman nasabah saat datang ke kantor cabang menjadi lebih modern dan efisien.

Baca juga: Laba BTN Melonjak 281,9 Persen per Februari 2026, Segini Nilainya

“Target kami, seluruh kantor wilayah bisa dimodernisasi tahun ini. Kami juga membuat sistem penilaian layanan cabang berbasis bintang, sehingga setiap cabang didorong mencapai standar layanan terbaik,” ujar Nyoman.

Tak hanya itu, BTN juga memperbaiki sistem pengelolaan dokumen kredit yang sebelumnya tersebar di masing-masing cabang. Kini sistem itu distandarisasi dan dikelola secara terpusat dengan dukungan infrastruktur keamanan yang lebih kuat.

“Manajemen dokumen ini kami perbaiki secara besar-besaran dan dikelola terpusat. Ini salah satu game changer dalam proses perkreditan di BTN,” ucap Nyoman.

Transformasi ini diharapkan memperkuat citra BTN sebagai bank modern yang mampu memberikan layanan cepat, efisien, dan semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

6 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

7 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

7 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

7 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

7 hours ago