Ilustrasi: UMKM dituntut untuk bertransformasi digital. (Foto: istimewa)
Jakarta – Persaingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin ketat. Mereka dituntut untuk cepat beradaptasi dengan perkembangan bisnis terus bergerak. Salah satunya terkait dengan digitalisasi yang kini menjadi fondasi penting dalam bersaing.
Fenomena ini pun jadi perhatian khusus bagi Dzaki Adinda Husna, calon Ketua Umum HIPMI Jakarta Selatan. Menurutnya, digitalisasi akan mendorong keberlanjutan para pelaku UMKM di Jakarta Selatan.
Lewat gerakan bertajuk “Digipreneur”, Dzaki bernisiatif memberikan solusi bagi 80 pelaku UMKM lokal dari wilayah Kebayoran Lama dan Cipulir, agar bisa bertransformasi digital.
“Melalui Digipreneur, kami ingin menunjukkan bahwa HIPMI bisa menjadi jembatan nyata bagi UMKM menuju digitalisasi dan keberlanjutan usaha,” ujar Dzaki dikutip 7 Juni 2025.
Baca juga: Wacana Pajak UMKM E-Commerce, DPR Minta Evaluasi Mendalam
Selain itu, lanjut Dzaki, Digipreneur yang digelar di Matra Space, Jakarta Selatan ini, juga membantu para pelaku usaha makanan dan minuman mendapatkan sertifikasi halal, pembuatan dokumen legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS, serta fasilitasi sistem pembayaran digital melalui QRIS dan pembagian soundbox.
“Kami juga hardirkan business expo yang mempertemukan pelaku UMKM lokal dengan jejaring baru dan calon konsumen,” tambahnya.
Dia melanjutkan, program Digipreneur lahir dari aspirasi pelaku usaha yang menginginkan terbosan dalam mengembangkan usahanya.
“Kerja konkret sebagai jawaban atas kebutuhan paling dasar UMKM, yakni akses terhadap legalitas, integrasi digital, dan promosi usaha,” jelasnya.
Baca juga: Pelaku UMKM Simak! LPS Beberkan Strategi Cegah Risiko Keuangan
Sementara, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Ryan Haroen mengapresiasi terhadap pendekatan berbasis kerja nyata Digipreneur. Menurut Ryan, Digipreneur adalah bentuk ideal dari semangat kolaborasi dan keberpihakan terhadap UMKM.
“Ini gerakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha di lapangan,” ujar Ryan. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More