Oleh Budi Santoso SE. Ak. MForAccy. PGCS. CA. CFE. CPA (Aust.). QIA, Vice President ACPE Indonesia Chapter & Lecturer for Forensic Accounting Class at Sebelas Maret University
KORUPSI dan kebocoran dana negara merupakan masalah yang serius dan mendalam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah dan proses demokrasi secara keseluruhan.
Seiring berkembangnya teknologi, muncul peluang untuk memberantas korupsi dan mengurangi kebocoran dana melalui pendekatan yang lebih modern dan efektif. Transformasi digital, dengan berbagai alat dan teknologi canggih, menawarkan solusi yang dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Artikel ini bertujuan untuk memberikan analisis mendalam tentang bagaimana digitalisasi dapat berfungsi sebagai alat yang efektif dalam mengatasi tantangan tersebut.
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More