News Update

Transformasi Digital jadi Terobosan BRI di Tengah Pandemi

Jakarta – Pandemi Covid-19 telah banyak membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia di muka bumi. Tak terhitung jumlah kerugian material dan imaterial yang harus ditanggung hampir seluruh negara akibat penyakit ini. Akan tetapi, di tengah musibah tersebut masih ada sebuah hikmah dan hal positif yang bisa diambil, hal ini yang dialami oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Akibat pandemi yang sudah berlangsung setahun terakhir, transformasi digital layanan dan bisnis BRI mampu diakselerasi secara pesat. Kondisi ini terjadi karena pandemi membuat seluruh kerja insan BRILian (pekerja BRI) harus disesuaikan agar bisa berjalan secara daring.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, pembagian waktu kerja secara daring dan luring menjadi salah satu hal pertama yang dilakukan perusahaan untuk menjamin keselamatan para pekerja BRI. Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, BRI langsung menerapkan metode kerja split operation.

Untuk memfasilitasi insan BRILian agar tetap produktif selama pandemi, BRI menyediakan angkutan bus khusus yang berfungsi mengantar-jemput para pekerja dari dan ke kantor. Selain itu, BRI juga mengizinkan para karyawan yang rumahnya berjarak jauh dari kantor untuk bekerja secara daring dari rumah atau coworking space (BRI Work) yang disediakan oleh BRI di area yang dekat dengan daerah tempat tinggal pekerja.

“Teman-teman dari Tangerang misalnya, biasanya kan ngantor di sini (Jakarta), dan sekarang sudah bisa dari kantor yang bisa dipakai bersama, seperti co-working space begitu, tapi di kantor kami sendiri. Jadi yang dari Tangerang misalnya, nggak perlu sampai ngantor ke sini, cukup berhenti di kantor di BSD untuk bekerja secara daring,” ujarnya melalui keterangan resminya di Jakarta  Minggu 14 Maret 2021.

Selain menerapkan transformasi digital untuk para pekerja, BRI juga melakukan perubahan pendekatan dalam melayani masyarakat. Saat ini, perusahaan telah memiliki sistem pencatatan dan pelayanan kredit secara daring (dengan smartphone) yang bisa digunakan para Mantri di daerah. Sistem ini bernama BRISPOT.

Ekosistem layanan digital BRI juga tersedia dalam berbagai platfom seperti terjalinnya kerjasama penggunaan application program interface (API) atau BRIAPI oleh sejumlah marketplace dan perusahaan teknologi financial (tekfin), layanan pembukaan rekening secara digital, serta produk pengajuan kredit daring untuk UMKM dan pelaku usaha ultra mikro melalui aplikasi Ceria dan Pinang. Ke depannya, transformasi digital BRI dipastikan tetap berlanjut. Hal ini dibutuhkan agar pelayanan masyarakat di seluruh daerah dapat semakin efektif berjalan, hemat biaya, serta cepat tereksekusi.

Inovasi ini bisa dilakukan BRI karena perusahaan sudah sejak 2016 mencanangkan langkah transformasi digital melalui program BRIVOLUTION 1.0. Transformasi layanan ke dalam bentuk digital dipandang perlu dilakukan BRI agar senantiasa dapat melayani dan memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

1 hour ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

2 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

2 hours ago

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More

2 hours ago