Jakarta – Dalam rangka memperkuat jaringan kemitraan bisnis, PertaLife Insurance melakukan transformasi bisnis, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi digital P-Life.
Direktur Utama PertaLife Insurance, Hanindio W Hadi mengatakan, aplikasi yang bisa diunduh di platform Android ini merupakan media pemasaran produk asuransi jiwa perorangan PertaLife, seperti produk asuransi jiwa (Tugu Eka Warsa), produk asuransi kecelakaan (MediaCard), produk asuransi kesehatan (HealthGuard), dan produk asuransi pendidikan (Smart Gift).
“Kami terus melakukan transformasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan menyiapkan produk sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Hanindio, di Jakarta, Kamis, 6 Juli 2023.
Baca juga: Premi Bruto Tembus Rp1,06 T, Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) Naik Kelas
Selain itu, lanjut Hanindio, PertaLife juga berupaya memperluas jaringan bisnis, baik di kelompok captive market maupun non-captive, salah satunya dengan menggandeng platform marketplace Grab Merchant yang menghasilkan program banding.
Program ini menawarkan perlindungan kepada seluruh Grab Merchant dalam bentuk produk Asuransi Jiwa Berjangka Eka Warsa, yaitu produk perlindungan keluarga pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari risiko meninggal dunia.
“Dalam program ini, Mitra Grab memiliki akses kepemilikan perlindungan asuransi jiwa dengan manfaat santunan asuransi sebesar Rp100 juta,” terang Hanindio.
Sebagai informasi, hingga kuartal pertama 2023, premi PertaLife Insurance tercatat Rp234,61 miliar, hasil investasi Rp32,06 miliar, dan laba bersihnya Rp15,84 miliar.
Selain itu, rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) perusahaan asuransi jiwa ini juga berada di level 293,76% atau jauh di atas ketentuan minimum OJK sebesar 120%. (*) Bagus Kasanjanu
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More