Moneter dan Fiskal

Transfer ke Daerah Capai Rp713 Triliun, Wamenkeu Dorong Pemda Gaspol Belanja Akhir Tahun

Poin Penting

  • Realisasi TKD mencapai Rp713,4 triliun (82,1%), namun belanja APBD masih tertinggal dibandingkan tahun lalu.
  • Belanja barang, modal, dan belanja lainnya turun signifikan, dengan total selisih belanja APBD lebih rendah Rp126,1 triliun.
  • Kemenkeu meminta Pemda percepat belanja, agar transfer yang sudah disalurkan dapat mendorong ekonomi dan pertumbuhan daerah.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi transfer ke daerah (TKD) hingga Oktober 2025 sebesar Rp713,4 triliun atau setara 82,1 persen dari pagu APBN 2025 pasca Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menjelaskan, komposisi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masih on-track hanya belanja pegawai yang per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp343,4 triliun.

“Ternyata yang on-track itu belanja pegawai, bayar gaji, bayar upah itu on-track Rp343 triliun dibandingkan tahun lalu,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita Edisi November, dikutip, Jumat, 21 November 2025.

Baca juga: Prabowo Usul TKDN Diganti Insentif untuk Jaga Daya Saing

Sementara, Suahasil memaparkan bahwa realisasi belanja barang dan jasa justru lebih rendah, yakni Rp226,7 triliun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp253,5 triliun

Kemudian belanja modal juga baru terealisasi Rp74,2 triliun, jauh di bawah realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp108,6 triliun.

Sementara itu, belanja lainnya sebesar Rp164,2 triliun, turun signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp227,5 triliun.

Baca juga: Transfer ke Daerah Capai Rp644,9 Triliun, tapi Belanja Daerah Masih Seret

Suahasil menyatakan selisih belanja APBD dibandingkan dengan periode sama tahun lalu memiliki selisih yang cukup besar, yakni Rp126,1 triliun leboh rendah.

“Ini menjadi konsen karena kita inginkan bahwa uang yang sudah ditransfer itu seyogyanya menjadi belanja oleh APBD. Tadi sudah sampaikan APBN belanja lebih tinggi dari tahun lalu, kita juga menginginkan APBD itu belanja lebih tinggi dari tahun lalu, supaya efek belanja di masyarakat, efek mendorong perekonomian dan pertumbuhan bisa terjadi,” ungkapnya.

Suahasil pun menekankan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk membelanjakan anggarannya lebih cepat pada sisa akhir 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

30 mins ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

2 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

3 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

3 hours ago