News Update

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting

  • Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya, serta naik 21% secara bulanan.
  • Sektor retail dan marketplace menjadi penopang utama dengan kontribusi 20%, diikuti clothing & apparel (9%) dan travel (8%).
  • Momentum Harbolnas dan libur akhir tahun mendorong pertumbuhan signifikan, tecermin dari lonjakan transaksi Desember 2025 yang naik 85% secara tahunan.

Jakarta –  PT Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan volume transaksi Syariah Card sebesar 48 persen pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya. Secara bulanan, volume transaksi juga meningkat 21 persen dibandingkan November 2025.

Syariah Card Business Division Head Bank Mega Syariah, Eva Dahlia Kusumawati, mengatakan lonjakan transaksi tersebut mencerminkan pergeseran perilaku belanja masyarakat di akhir tahun. Konsumen cenderung mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kebutuhan perayaan, hadiah, dan persiapan tahun baru.

“Karena itu, Syariah Card hadir sebagai solusi pembayaran menawarkan kemudahan transaksi dan benefit menarik,” ujar Eva, dalam keterangannya, dikutip Rabu, 14 Januari 2026.

Baca juga: Strategi Bank Mega Syariah Genjot Pertumbuhan Tabungan Haji Kalangan Anak Muda

Ia menjelaskan, jika menilik berdasarkan kategori transaksi, sektor retail dan marketplace menjadi kontributor terbesar dengan porsi 20 persen dari total transaksi sepanjang Desember 2025.

Hal itu menegaskan Syariah Card semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam berbelanja, baik di platform e-commerce maupun gerai ritel fisik.

Selain kebutuhan harian, kategori clothing dan apparel menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 9 persen.

Tingginya transaksi di sektor fesyen didorong oleh berbagai promo selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) serta kebutuhan masyarakat memperbarui penampilan menjelang pergantian tahun.

Travel Ikut Dongkrak Volume Transaksi

Eva menambahkan, sektor travel juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 8 persen terhadap total transaksi Desember 2025. Momentum libur akhir tahun mendorong pemegang Syariah Card aktif memesan tiket transportasi dan akomodasi.

Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat selama Harbolnas 2025. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), total transaksi Harbolnas yang berlangsung pada 10–16 Desember 2025 mencapai Rp36,4 triliun atau tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kombinasi antara kebutuhan perjalanan wisata dan belanja saat libur akhir tahun menjadikan bulan Desember sebagai periode puncak (peak season) bagi pertumbuhan volume transaksi Syariah Card di sepanjang tahun 2025,” ungkap Eva.

Baca juga: Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Sejalan dengan kinerja Desember, pembiayaan Syariah Card sepanjang 2025 juga mencatat pertumbuhan impresif. Volume transaksi pada Desember 2025 melonjak hingga 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Ke depannya, pertumbuhan ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan semakin lengkapnya fitur dan ekosistem pendukung keuangan syariah di Indonesia,” pungkas Eva. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

1 hour ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

1 hour ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

1 hour ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

1 hour ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

2 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

2 hours ago