Moneter dan Fiskal

Transaksi QRIS Melesat, Tumbuh 131,47 Persen di Januari 2026

Poin Penting

  • Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.
  • Volume pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi (+39,65% YoY), termasuk kenaikan transaksi mobile dan internet banking.
  • Infrastruktur BI-FAST dan BI-RTGS ikut mencatat pertumbuhan, sementara UYD naik 12,41% YoY menjadi Rp1.267 triliun.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) melonjak signifikan pada awal tahun ini. Hingga Januari 2026, transaksi QRIS tumbuh 131,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47 persen yoy. Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dikutip, Rabu 25 Februari 2026.

Baca juga: QRIS Bisa Dipakai di Tiongkok-Korsel Mulai Kuartal I 2026

Perry menyatakan, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal.

Hal itu tercermin dari volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65 persen yoy pada Januari 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.

“Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00 persen yoy dan 23,25 persen yoy,” tambah Perry.

Baca juga: Prasasti Nilai QRIS Efektif Dongkrak Ekonomi RI

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 455 juta transaksi atau tumbuh 34,41 persen yoy dengan nilai transaksi mencapai Rp1.176 triliun pada Januari 2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi atau tumbuh 7,60 persen yoy, dengan nilai sebesar Rp19.555 triliun pada Januari 2026.

Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,41 persen yoy menjadi Rp1.267 triliun pada Januari 2026. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

55 mins ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

1 hour ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

2 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

3 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

4 hours ago

Wacana Pemotongan Gaji Pejabat Diminta jadi Gerakan Disiplin Fiskal Nasional

Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More

4 hours ago