Poin Penting
- BI mencatat transaksi QRIS tumbuh 108,43 persen yoy per April 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant serta perluasan ekosistem pembayaran digital
- Transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi (+42,86 persen yoy), dengan pertumbuhan kuat juga terjadi pada mobile, internet banking, dan QRIS
- Infrastruktur pembayaran ikut menguat, tercermin dari BI-FAST (Rp1.219 triliun), BI-RTGS (Rp17.520 triliun), serta uang kartal beredar yang naik 14,61 persen yoy menjadi Rp1.301 triliun.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS tumbuh mencapai 108,43 persen secara tahunan (year on year/yoy) per April 2026 yang didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
“Transaksi QRIS terus tumbuh tinggi mencapai 108,43 persen yoy,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (BI), dikutip, Jumat, 22 Mei 2026.
Perry mengatakan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada April 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Baca juga: Heboh Biaya Admin QRIS Rp1.000 Berujung Perusakan Warung, Begini Aturan Resmi BI
Volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86 persen yoy pada April 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Selain itu, volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,92 persen yoy dan 22,95 persen yoy, termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 108,43 persen yoy.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 490 juta transaksi atau tumbuh 46,09 persen yoy dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.219 triliun pada April 2026.
Baca juga: Bank-bank Perkuat Transaksi QRIS di Tengah Perubahan Perilaku Konsumen
Kemudian, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,91 juta transaksi atau tumbuh 25,72 persen yoy, dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 14,55 persen yoy mencapai Rp17.520 triliun pada April 2026.
Sementara dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,61 persen yoy menjadi Rp1.301 triliun pada April 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


