Ilustrasi: Transaksi QRIS BCA. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat lonjakan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standartd (QRIS) sepanjang Januari-September 2025 tembus Rp267 triliun.
Direktur BCA, Santoso Lim menyebutkan, transaksi tersebut tumbuh sebesar 103 persen secara tahunan (year on yaer/yoy). Menurutnya, hal tersebut mencerminkan transaksi digital di nasabah BCA semakin tinggi.
“Sampai dengan kuartal III 2025 pertumbuhan QRIS yoy di BCA itu mencapai 103 persen, artinya pertumbuhannya sangat luar biasa, lebih dari double, menjadi sekitar Rp267 triliun transaksinya,” kata Santoso dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2025, dikutip, Rabu, 21 Oktober 2025.
Baca juga: Bos BCA Tegaskan Target Pertumbuhan Kredit 2025 Tetap 6-8 Persen, Ini Penjelasannya
Santoso mengatakan, Bank Indonesia (BI) terus memperluas QRIS di sejumlah negara, termasuk salah satunya Jepang. Dia menyebut perluasan QRIS di Jepang yang baru berjalan satu bulan terakhir itu, belum dihitung dalam transaksi di BCA di kuartal III 2025.
“Khususnya yang Jepang memang karena ini baru pelaksanaannya adalah dari Indonesia datang ke Jepang, kami belum mencatat secara detail berapa jumlah, karena ini baru diumumkan sekitar satu bulanan, nanti kami akan update di kuartal IV,” ungkapnya.
Baca juga: BCA Siap Bagikan Dividen Interim di Akhir 2025, Ini Bocorannya
Sementara berdasarkan data BI, transaksi QRIS secara nasional hingga semester I 2025 mencapai 6,05 miliar atau senilai Rp579 triliun. QRIS juga telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant yang 93,16 persen di antaranya adalah UMKM. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More