Ilustrasi: Transaksi pembayaran digital. (Foto: istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,43 miliar transaksi atau tumbuh 39,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2025 didukung oleh peningkatan seluruh komponennya.
“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2025 tetap berlangsung dengan baik didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dikutip, Senin, 22 September 2025.
Selain itu, volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,86 persen yoy dan 18,85 persen yoy. Adapun transaksi QRIS tercatat melonjak signifikan 145,07 persen yoy.
“Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” jelas Perry.
Baca juga: Volume Transaksi QRIS Tumbuh 162,77 Persen di Juli 2025
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 398,65 juta transaksi atau tumbuh 27,54 persen yoy dengan nilai transaksi menyentuh Rp967,29 triliun pada Agustus 2025.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 876,89 ribu transaksi, dengan nilai sebesar Rp17.170,27 triliun sepanjang Agustus 2025.
Baca juga: Di Members Meeting ATM Bersama 2025, ASPI Dorong Inovasi Sistem Pembayaran Digital di RI
Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,14 persen yoy menjadi Rp1.180,49 triliun pada Agustus 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More