Livin Paylater Bank Mandiri/Istimewa
Jakarta – Bank Mandiri melaporkan kinerja bisnis buy now pay later (BNPL) atau Livin’ Paylater mengalami tren positif. Tercatat sejak diluncurkan, transaksi Livin’Paylater sudah mencapai 2,5 kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi bulanan pada awal 2024.
“Sejak kami lucurkan hingga sekarang living pay later terus menanjak memberikan pertumbuhan sangat positif,” ujar Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal III 2024, Rabu, 30 Oktober 2024.
Sigit juga membeberkan pengguna Livin’ Paylater juga terus melonjak, dengan pertumbuhan hingga kuartal III 2024 sebesar 60 persen, dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Pertumbuhannya sudah sangat pesat yaitu pengguna Paylater sudah tumbuh lebih kurang 60 persen dari pada kuartal sebelumnya,” jelasnya.
Baca juga: Siap Dirilis Akhir 2024, Ini Bocoran Fitur Andalan Paylater CIMB Niaga
Meski demikian, Bank Mandiri akan tetap memegang prinsip kehati-hatian untuk langkah inisatif Livin’ Paylater yang akan diambil kedepannya.
“Tapi kami juga menggaris bahwahi kami harus sangat berhati-hati dengan langkah yang kami ambil,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga akan terus menjaga kualitas non performing loan (NPL) dari Livin’ Paylater
“Dengan adanya ini kami berharap ini bisa membantu masyakarat dengan transaksi yang sizenya lebih kecil tapi bisa sangat membantu,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More