Jakarta – OCTO Mobile, salah satu platform digital milik PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mencatatkan pertumbuhan atau meroket selama pandemi COVID-19.
Per 31 Desember 2020, jumlah transaksi finansial yang diproses di OCTO Mobile meningkat 50% secara tahunan. Adapun jumlah pengguna yang dilayani mencapai 2,4 juta.
“Sepanjang 2020, CIMB Niaga telah meluncurkan lebih dari 70 fitur serta penyempurnaan di OCTO Mobile. Diantaranya, fitur pembelian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, pembayaran pajak kendaraan bermotor, Travel Concierge untuk pembelian tiket pesawat, pembayaran tagihan kepada 49 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tarik/setor tunai di Indomaret, dan berbagai fitur tambahan lainnya,” kata Bambang Karsono Adi, Head of Digital Banking, Branchless, and Partnership CIMB Niaga dalam Webinar, Kamis, 15 April 2021.
Bambang menambahkan, untuk kebutuhan transaksi, OCTO Mobile dapat melayani transfer tanpa biaya ke bank lain sebanyak 20 kali per bulan, Top-Up e-Wallet lengkap hingga 12 e-Wallet ternama, membayar tagihan dan pajak, belanja menggunakan berbagai sumber dana yang tersedia sesuai ketentuan termasuk Poin Xtra, Tabungan, Kartu Kredit, dan Rekening Ponsel, hingga tarik setor tunai tanpa kartu.
Bahkan nasabah juga tidak perlu bersentuhan dengan benda lain ketika bertransaksi di merchant dengan memanfaatkan layanan Scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Bagi nasabah yang ingin berinvestasi, OCTO Mobile juga memberikan pilihan instrumen investasi yang lengkap, mulai dari deposito, tabungan berjangka, obligasi, hingga tabungan valuta asing.
Fitur pinjaman pun telah tersedia di OCTO Mobile. Dengan fitur ini, nasabah bisa mengubah transaksi Kartu Kredit menjadi cicilan tetap 0% selama 3 bulan untuk transaksi senilai minimal Rp500 ribu. Selain itu, bagi nasabah terundang juga dapat mengajukan pembuatan Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau pinjaman sesuai limit yang ada di Kartu Kredit. (*) Ayu Utami
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More