Perbankan

Transaksi Livin’ by Mandiri Tembus Rp2.940 Triliun per Kuartal III 2024

Jakarta – Hingga kuartal III 2024, Bank Mandiri mencatat nilai transaksi melalui Livin’ by Mandiri mencapai Rp2.940 triliun, tumbuh 25 persen secara tahunan (yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan angka tersebut juga sejalan dengan peningkatan frekuensi transaksi di Livin’ by Mandiri mencapai 2,8 miliar transaksi atau tumbuh 35 persen yoy.

“Kinerja yang solid ini merupakan hasil dari inovasi berkelanjutan yang terus diluncurkan sepanjang tahun 2024. Kami optimis perluasan ekosistem digital Bank Mandiri akan terus meningkat lewat serangkaian inovasi yang telah dilakukan,” ujarnya dalam Paparan Kinerja Keuangan Kuartal III 2024, dikutip, Kamis, 31 Oktober 2024.

Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp32,2 T ke 293 Ribu UMKM hingga Kuartal III 2024

Pada peringatan HUT ke-26, Bank Mandiri memperkenalkan inovasi terbaru di Livin’ by Mandiri. Antara lain, tampilan baru aplikasi Livin’ serta fitur Livin’ Loyalty yang memudahkan nasabah mengumpulkan Livin’poin fitur investasi saham, semuanya terintegrasi dalam satu aplikasi.

“Inovasi ini merupakan langkah kami untuk menjadikan Livin’ by Mandiri sebagai beyond superapp yang memungkinkan nasabah untuk merasakan pengalaman perbankan yang lebih mudah, cepat dan personal,” tambah Darmawan.

Baca juga: Dorong Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Catat Kenaikan Kredit 20,8% yoy per September 2024

Bank Mandiri juga mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp42 triliun hingga kuartal III 2024. Angka tersebut tumbuh 7,56 persen secara tahunan. 

Sementara itu, realisasi kredit konsolidasi Bank Mandiri tumbuh 20,8 persen yoy, mencapai Rp1.590 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kredit segmen wholesale yang merupakan core business Bank Mandiri. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

9 seconds ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

24 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

26 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago