Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi. (Tangkapan layar virtual Zoom meeting: M. Adrianto)
Jakarta – Transaksi aset kripto dalam negeri masih berada dalam tren peningkatan. Per Juli 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat angka investor perdagangan kripto sudah menyentuh angka 16,50 juta konsumen.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyebut jumlah tersebut tumbuh 4,11 persen secara month-to-month (mtm) dibanding Juni 2025.
“Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 4,11 persen jika dibandingkan posisi bulan Juni 2025 yang berada pada angka 15,85 juta konsumen,” ungkap Hasan di agenda Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Kamis, 4 Agustus 2025.
Baca juga: Rekomendasi Platform Trading Kripto yang Aman untuk Trader Pemula
Berbeda dengan bulan Juni, transaksi kripto per Juli 2025 kembali meningkat tajam. Nilainya mencapai Rp52,46 triliun, melonjak 62,36 persen dari Juni 2025 yang hanya mencatat Rp32,31 triliun.
“Nilai transaksi kripto sepanjang Juli 2025 tercatat sebesar Rp52,46 triliun, yang juga meningkat signifikan sebesar 62,36 persen jika dibandingkan posisi Juni 2025 yang mencatat angka sebesar Rp32,31 triliun,” jelas Hasan.
Dengan capaian ini, total akumulasi transaksi kripto sepanjang tahun berjalan sudah mencapai Rp276,45 triliun.
Baca juga: Waspada! Kenali 7 Tanda Platform Kripto Bodong
Hasan menegaskan, tren positif ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto, meskipun kondisi sosial-politik dalam negeri tengah dinamis.
“Angka nilai penempatan dan penarikan dana dan aset kripto yang tercatat di pedagang aset keuangan digital berada dalam kisaran normal. Kondisi ini kami harapkan juga menunjukkan bagaimana kepercayaan konsumen dan kondisi pasar tetap terjaga dengan baik,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Ajaib telah melampaui 7 juta pengguna dan mayoritas merupakan investor ritel berusia 25–40… Read More
Poin Penting PT Bank CIMB Niaga Tbk menutup operasional kantor cabang 18–22 Maret 2026 saat… Read More
Poin Penting Bank Syariah Indonesia bersama PT Kereta Api Indonesia menghadirkan instalasi tematik bernuansa Timur… Read More
Poin Penting Indonesia Anti-Scam Centre mencatat 432.637 aduan penipuan online dengan kerugian Rp9,1 triliun, sementara… Read More
Poin Penting Outlook bank jumbo termasuk Himbara jadi negatif akibat faktor eksternal dan perubahan outlook… Read More
Poin Penting OJK menilai konflik Timur Tengah berpotensi menekan ekonomi Indonesia melalui kenaikan harga energi,… Read More