Public Expose Permata Bank, Kamis, 12 Maret 2026. (Foto: M. Ibrahim
Poin Penting
Jakarta – Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas turut mendorong pertumbuhan bisnis syariah di PT Bank Permata Tbk. Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank mencatat permintaan pembiayaan emas dari nasabah masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Dengan kenaikan emas yang cukup signifikan, demand dan investasi terhadap emas cukup tinggi,” kata Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad dalam acara Public Expose Permata Bank, di Jakarta, Kamis, 13 Maret 2026.
Rudy menjelaskan, salah satu produk yang menopang transaksi emas di UUS Permata Bank adalah Permata KTA iB Multiguna. Produk ini merupakan pembiayaan syariah tanpa agunan hingga Rp300 juta yang dapat digunakan untuk pembelian logam mulia.
Baca juga: BSI dan KAI Ajak Pengunjung Stasiun Tugu Yogyakarta Berburu Hadiah Tabungan Emas
Melalui skema tersebut, nasabah dapat langsung menerima fisik emas pada awal masa pembiayaan.
“Alhamdulillah, KTA iB Emas kami sangat atraktif. Di saat tempat lain emasnya ditahan, di Permata Bank emasnya bisa diterima di depan oleh nasabah,” ujarnya.
Produk tersebut juga menawarkan tenor hingga lima tahun, tanpa biaya administrasi, serta margin kompetitif mulai dari 0,79 persen per bulan bagi nasabah payroll.
Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini (13/3) Anjlok, per Gram jadi Segini
Pengajuan pembiayaan juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi PermataMobile X maupun melalui jaringan kantor cabang bank.
Menurut Rudy, produk pembiayaan emas tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis syariah Permata Bank pada tahun lalu.
“Kalau kita bicara KTA ini, salah satu yang benar-benar mendukung pertumbuhan tahun lalu,” katanya.
Rudy menambahkan, strategi memberikan kepastian kepemilikan fisik emas sejak awal pembiayaan dinilai efektif menarik minat nasabah ritel yang ingin berinvestasi pada aset yang relatif stabil.
Seiring meningkatnya minat terhadap pembiayaan emas, total aset Unit Usaha Syariah Permata Bank hingga Desember 2025 tercatat mencapai sekitar Rp37 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia merupakan hal biasa dalam dinamika… Read More
Poin Penting Pengamat menilai ketahanan energi Indonesia cukup kuat menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Purbaya menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen… Read More
Poin Penting Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan rupiah minim dampak ke neraca bank, PDN hanya… Read More
Poin Penting IBM dorong penguatan kedaulatan digital untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia. Ekonomi digital… Read More