Head of Bullion Business PT Pegadaian, Kadek Eva Saputra, dalam acara Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025. (Foto: Zaenal Abdurrani)
Jakarta – Head of Bullion Business PT Pegadaian, Kadek Eva Saputra, menjelaskan bahwa, bisnis bank emas atau bullion bank adalah bisnis yang membutuhkan kepercayaan.
Menurutnya, ketika nasabah memutuskan untuk melakukan transaksi emas, itu berarti mereka telah membangun kepercayaan terlebih dahulu terhadap Pegadaian.
“Karena memang emas itu kan adalah trust ya. Pada saat kita sudah decide untuk membeli emas, berarti kita harus sudah trust terlebih dahulu. Di samping memang sifat emas ya, memang kepercayaan artinya memang trust lah kita,” kata Kadek dalam Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca juga: Pegadaian Beberkan Kunci Bangun Kepercayaan Nasabah ke Bisnis Emas
Pegadaian membuktikan komitmennya terhadap kepercayaan nasabah dengan membangun laboratorium khusus untuk memeriksa kadar emas dan menyediakan tempat penyimpanan emas berstandar internasional.
“Nah, bagaimana transaksi di digital? Nah, tentu keamanan digital ataupun di cyber security ini juga harus tetap dijaga gitu ya. Ada framework-framework yang sudah ada, kemudian peraturan. Tapi yang paling penting adalah di sini. Ini berkaitan juga dengan undang-undang PDP,” imbuhnya.
Baca juga: Ma’ruf Amin Minta Simpanan Emas Dijamin Seperti Tabungan Uang
Meski demikian, Kadek menilai literasi terkait perlindungan data pribadi juga menjadi penting dan perlu dilakukan untuk seluruh nasabah, agar tidak ada penyalahgunaan data pribadi.
“Karena kebanyakan data gitu ya, kebocoran maupun hal lain itu adalah apa ya, karena memang ekosistem digitalnya gitu ya. Apakah kita mungkin screenshot password, ternyata password kita ada gitu ya. Nah, itu kita harus sadar pada saat bertransaksi gitu,” ujar Kadek. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Ekonom desak konsolidasi cepat OJK menyusul pengunduran diri beruntun petinggi agar roda organisasi… Read More
Poin Penting Mahendra Siregar (Ketua), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua), dan dua pejabat OJK lainnya mengundurkan… Read More
Poin Penting Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DK OJK tak lama setelah… Read More
Poin Penting Empat petinggi OJK mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan… Read More
Generali Indonesia luncurkan GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link atau PAYDI yang memiliki… Read More
Poin Penting Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari… Read More