News Update

Transaksi E-Commerce Kartu Debit BNI Tumbuh 105%

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan pertumbuhan transaksi signifikan ditengah pandemi covid-19 khususnya pada volume transaksi kartu debit untuk e-commerce.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina L. Karnalies bahkan mengungkapkan, pertumbuhan volume transaksi debit pada e-commercenya bisa mencapai 105% secara tahunan.

“Volume transaksi e-commerce Kartu Debit BNI yang mencapai sekitar Rp500 miliar pada Semester I 2020, atau tumbuh 105 % secara year on year (yoy) dari volume transaksi e-commerce per Juni 2019 yang sebesar Rp225 miliar,” kata Corina dalam peluncuran layanan transaksi e-commerce Debit BNI GPN dengan B-Secure di Jakarta, Jumat 10 Juli 2020.

Dirinya menambahkan, untuk meningkatkan transaksi tersebut BNI juga menggandeng PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menyediakan layanan transaksi e- commerce domestik dengan nama Bersama Secure atau B-Secure.

Dengan adanya layanan transaksi e-commerce domestik ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan 25% volume transaksi e- commerce Kartu Debit BNI.

“Para pemegang Kartu Debit BNI berlogo GPN sudah dapat menikmati pengalaman transaksi e-commerce pertamanya di merchant pilihan yang sesuai dengan kondisi saat ini yaitu KALCare yang tersedia di aplikasi dan website,” tambahnya.

Menurutnya, keuntungan transaksi e-commerce Kartu Debit BNI berlogo GPN di KALCare yaitu menikmati promo potongan langsung sebesar Rp46.000 untuk minimal transaksi Rp500.000 pada layanan B-Secure untuk transaksi e-commerce dengan Kartu Debit BNI berlogo GPN, periode program 10-12 Juli 2020, dan selanjutnya berupa promo reguler yaitu potongan langsung sebesar Rp25.000,- hingga 21 September 2020.

Selain memberikan e-commerce shopping experience, BNI juga berharap dapat memberikan edukasi pengelolaan keuangan dan transaksi dengan kemudahan dalam membuka rekening Taplus BNI melalui Digital Channel dan BNI SONIC, benefit dari fitur BNI Poin+ serta layanan e-Banking. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Pasal Karet Jadi “Hantu” Bankir dan Hadang Denyut Nadi Ekonomi

Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

12 mins ago

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

3 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More

3 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

14 hours ago