Poin Penting
Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) memproyeksikan lonjakan signifikan transaksi sistem pembayaran nasional pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan pemulihan daya beli di akhir tahun. Optimisme tersebut mengemuka dalam Forum Link Nataru 2025/2026 yang digelar Jalin bersama para member Jaringan Link. Forum tahunan ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan kesiapan infrastruktur dan operasional pembayaran dalam menghadapi lonjakan transaksi di periode puncak liburan.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menuturkan bahwa korelasi antara pergerakan fisik masyarakat dan peningkatan transaksi digital kian menguat. Ia memperkirakan volume transaksi sistem pembayaran selama periode Nataru akan melonjak lebih dari 50 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan estimasi total mencapai sekitar 90 juta transaksi.
Baca juga: Jadwal Operasional BI Selama Periode Nataru 2025/2026, Termasuk Layanan Kas
“Pemulihan daya beli masyarakat di akhir 2025 terlihat cukup signifikan. Transaksi digital diperkirakan meningkat terutama di sektor-sektor yang mendukung aktivitas perjalanan, seperti food and beverage, akomodasi, transportasi, ritel, serta layanan pendukung lainnya,” ujar Ario dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 19 Desember 2025.
Menariknya, lanjut Ario, lonjakan transaksi tersebut diproyeksikan didominasi oleh kanal digital, khususnya QRIS. Sekitar 80 persen dari peningkatan volume transaksi diperkirakan berasal dari penggunaan QRIS, mencerminkan pergeseran fundamental perilaku masyarakat dalam bertransaksi saat berlibur maupun bepergian.
Proyeksi Jalin ini sejalan dengan estimasi Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan sebanyak 119,5 juta penduduk atau sekitar 42,01 persen dari total populasi akan melakukan perjalanan pada masa libur Nataru 2025/2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 2,71 persen dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi indikator menggeliatnya aktivitas ekonomi di daerah tujuan mudik dan wisata.
Di sisi lain, Jalin menegaskan kesiapan infrastruktur pembayaran tidak hanya bertumpu pada kanal digital, tetapi juga ditopang oleh jaringan fisik. Direktur Operasional Jalin, Argabudhy Sasrawiguna, mengatakan perusahaan memastikan kesiapan layanan penarikan tunai melalui pengelolaan jaringan ATM Himbara yang terhubung dalam ATM Link.
“Infrastruktur fisik tetap relevan di tengah akselerasi digital. Kami memastikan jaringan ATM tetap optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas layanan di tengah lonjakan trafik, Jalin menetapkan periode siaga operasional atau Posko Nataru pada 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025. Jalin juga menyiapkan aktivasi Business Continuity Management (BCM) apabila terjadi gangguan layanan.
Baca juga: Libur Nataru 2025/2026, BRI Siapkan Rp21 Triliun Uang Tunai
Selain aspek operasional, Forum Link Nataru turut menyoroti peningkatan risiko kejahatan siber selama masa liburan, termasuk fraud berbasis social engineering yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Untuk itu, Jalin memperkuat sistem pengamanan melalui Fraud Management System (FMS) serta mendorong kolaborasi antar pelaku ekosistem pembayaran dalam pertukaran informasi terkait tren dan modus fraud.
Dengan kesiapan infrastruktur, penguatan pengamanan, serta sinergi ekosistem, Jalin optimistis dapat menopang kelancaran transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat sepanjang libur Nataru 2025/2026. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More