Tangerang – Gelaran perayaan ulang tahun PT Bank Central Asia Tbk (BCA), BCA Expoversary 2020 memasuki hari terakhir. Dimulai sejak Jumat, 21 Februari 2020 lalu, hingga Minggu siang, nilai transaksinya sudah tembus Rp4,7 triliun.
“Target kami Rp5 triliun sesuai pencapaian tahun lalu. Sampai tadi pukul 13.00 WIB nilai transaksi sudah Rp4,7 triliun. Masih ada waktu sampai pukul 22.00 WIB nanti malam,” ujar Petrus Santoso Karim, Ketua Panitia BCA Expoversary 2020 di ICE BSD, Minggu, 23 Februari 2020.
Kredit kendaraan bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mendominasi transaksi di BCA Expoversary 2020 dari sisi nilai transaksi. Dari total nilai transaksi Rp4,7 triliun, KKB berkontribusi sebesar Rp1,1 triliun, sedangkan KPR mencapai Rp3,5 triliun.
Sedangkan dari sisi volume, transaksi di segmem food and beverages memberikan kontribusi besar. Untuk jumlah pengunjung, selama dua hari pertama total ada sekitar 30.000 orang. BCA Expoversary tahun ini ditargetkan menarik 50.000 pengunjung.
Menurutnya, BCA Expoversary yang dihelat dalam rangka perayaan ulang tahun BCA ke-63 ini digelar di 3 kota, yakni Jakarta (Tangerang), Surabaya, dan Makassar. Berbagai promo menarik ditawarkan kepada nasabah BCA, seperti KPR dengan bunga spesial 4,63% dan KKB dengan bunga spesial 3,63%. Ada juga promo BCA Travel Service dengan potongan harga hingga Rp1 juta untuk pembelian tiket pesawat. (*) Ari As
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More