Perbankan

Transaksi BNI Agen46 Tumbuh 37,2 Persen, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pertumbuhan signifikan dalam aktivitas transaksi melalui jaringan BNI Agen46, seiring dengan meningkatnya partisipasi bank dalam program Koperasi Desa Merah Putih/Koperasi Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP).

Hingga September 2025, jumlah transaksi yang diproses melalui BNI Agen46 mencapai 79,81 juta transaksi, naik 37,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Lonjakan ini menunjukkan semakin kuatnya kontribusi Agen46 dalam memperluas akses layanan keuangan dan mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi BNI dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Baca juga: BNI Raup Laba Bersih Rp15,12 Triliun, DPK Naik 21,4 Persen di Kuartal III 2025

“Catatan ini menjadi cerminan nyata bahwa keterlibatan BNI mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. Sejalan dengan arahan pemerintah lewat program KDMP/KKMP, BNI terus memperluas peran BNI Agen46 agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis dikutip 24 Oktober 2025.

Selain mencatat pertumbuhan volume transaksi, kinerja finansial jaringan keagenan BNI juga menunjukkan tren positif. Fee Based Income (FBI) dari layanan keagenan tumbuh 18,9 persen yoy, sementara CASA (Current Account Saving Account) atau saldo rekening afiliasi agen meningkat 39,3 persen yoy menjadi Rp5,5 triliun.

Pencapaian tersebut, lanjut Okki, tak lepas dari strategi pemetaan jaringan dan optimalisasi perangkat EDC Android yang meningkatkan efisiensi, kecepatan, serta kenyamanan layanan bagi agen dan nasabah. Hingga September 2025, jumlah BNI Agen46 tercatat mencapai 226.143 agen, atau naik 9,1 persen yoy.

“Angka-angka ini menunjukkan peran signifikan BNI Agen46, tidak hanya sebagai ujung tombak distribusi layanan keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan dana murah dan penyaluran kredit BNI,” tambah Okki.

Baca juga: BNI Catat Portofolio Berkelanjutan Capai Rp192,4 Triliun di Kuartal III 2025

Untuk memperkuat jaringan keagenan, BNI juga tengah menyiapkan berbagai inovasi, termasuk fitur self-registration melalui aplikasi BNI Agen46. Inisiatif ini memungkinkan calon agen untuk mendaftar secara mandiri tanpa harus datang ke kantor cabang, guna memperluas jangkauan dan mempercepat proses kemitraan baru.

Dengan kinerja yang terus tumbuh dan strategi digital yang adaptif, BNI Agen46 semakin memperkokoh perannya sebagai jembatan inklusi keuangan nasional sekaligus mitra strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

2 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

2 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

3 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

3 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

3 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

3 hours ago