BI: Capital Inflow Minggu Pertama Januari Capai Rp6,8 Triliun
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut walau current account deficit (CAD) pada tahun ini dapat membengkak hingga US$25 miliar namun pihaknya memandang angka tersebut masih dalam batas aman dan terkendali.
Dirinya menjelaskan, kenaikan impor sektor produktif dan impor pada sektor bahan baku akan membuat CAD pada tahun ini semakin melebar.
“CAD itu dibawah presentase 3% dari PDB ini masih batas aman. Kenapa defisit naik, karena impor-impor yang produktif. Impor untuk bahan baku, dan produksi meningkat,” kata Perry setelah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Grand Sahid Hotel Jakarta, Kamis 26 Juli 2018.
Baca juga: Ekonomi Syariah Berpotensi Menekan Defisit Transaksi Berjalan
Dirinya bahkan menyebut, melebarnya angka impor produksi menandakan geliat ekonomi yang semakin baik. Tak hanya itu, melebarnya angka impor produksi tersebut diharapkan dapat berakselerasi dengan pembangunan infrastruktur.
“Impor barang modal, karena sedang akslerasi ke infrastruktur. Karena tidak semua bahan bisa dihasilkan dalam neger seperti plat baja, dan lainnya. Ini adalah impor barang modal yang produktif,” kata Perry.
Adapun defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2018 tercatat US$5,5 miliar atau 2,1 persen dari PDB. Defisit tersebut lebih rendah dari posisi triwulan sebelumnya yang mencapai US$6 miliar atau 2,3 persen dari PDB. Penurunan defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa dan peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder. (*)
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More