Perbankan dan Keuangan

Transaksi Bank Emas Tembus Rp1 Triliun, Ada 17 Bank Minat Jalankan Bisnis Bullion

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi bank emas atau bullion bank sudah mencapai Rp1 triliun sejak diluncurkan pada akhir Februari 2025 lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan pihaknya optimis dengan keterlibatan perbankan yang potensinya sangat besar terkait bank emas.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara ke 8 sebagai penghasil emas terbesar di 2023 dengan produksi tahunan mencapai 110-160 ton dan peringkat ke-6 negara dengan cadangan emas terbesar.

“Kalau melihat kecenderungannya, dengan perkembangan yang terjadi pada saat ini, kegiatan usaha perbankan yang terkait dengan bullion itu sudah mencapai hampir Rp1 triliun dalam waktu yang sangat singkat,” kata Dian dalam Konferensi Pers RDK, Jumat, 11 April 2025.

Baca juga: Bisnis Emas BSI Tembus Rp12,8 Triliun per Desember 2024, Melesat 78,17 Persen

Dian juga mengatakan OJK menyambut baik bank-bank yang mengajukan permohonan izin untuk melaksanakan kegiatan usaha bullion sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan.

“Apabila terdapat pengajuan permohonan suatu bank untuk melaksanakan kegiatan usaha bullion pada OJK, evaluasi itu tentu akan segera dilakukan dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dian menilai perbankan nasional yang bisa atau memenuhi persyaratan untuk ikut melaksanakan kegiatan usaha bullion, yakni sekitar 17 bank yang berada dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 dan 4.

“Jadi kalau mereka nanti dari hasil diskusi dengan kita memang memiliki appetite untuk terjun di usaha bulion ini, tentu ini merupakan potensi yang sangat besar,” tandasnya.

Sehingga, lanjut Dian, dengan potensi yang besar tersebut, Indonesia dapat mengoptimalkan monetasi emas untuk mendorong perekonomian nasional melalui usaha bullion. Begitupun sebagai bentuk diversifikasi produk jasa keuangan sebagai sumber pendanaan dalam mendukung kebutuhan pembiayaan pada rantai pasok emas di dalam negeri.

Baca juga: Bank Mega Syariah Bakal Luncurkan Produk Cicil Emas Tahun Ini

“Langkah ini tidak hanya memperluas pilihan investasi tetapi juga akan semakin memperdalam pasar keuangan di Indonesia melalui monetasi emas yang disalurkan kepada lembaga jasa keuangan, khususnya bank yang sampai dengan saat ini mungkin masih memainkan porsi yang sangat besar,” imbuhnya.

Ke depan, OJK berharap semakin banyak lembaga jasa keuangan yang berpartisipasi untuk melaksanakan kegiatan usaha bullion bank dalam percepatan ekosistem bank emas di Tanah Air.

“Kami di OJK tentu senantiasa melakukan kerja sama dan analisis secara internal dengan industri jasa keuangan untuk bagaimana mengembangkan ekosistem bullion ini secara lebih baik lagi,” tuturnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

9 mins ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

1 hour ago

Prabowo Kumpulkan Tokoh dan Ormas Islam di Istana, Mensesneg Buka Suara

Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More

2 hours ago

Purbaya soal Ancaman Turun Peringkat MSCI: Pemerintah Ambil Langkah Tepat

Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Melonjak 2,52 Persen ke Level 8.122, BUMI Jadi Saham Teraktif

Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More

2 hours ago

Bank KBMI 2 di Jalan Terjal, tapi Masih Bertahan

Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More

3 hours ago