Categories: Perbankan

Transaksi APBN lewat BNI Melonjak 100%

Jakarta–Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai mitra untuk menyalurkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diimplementasikan melalui Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).

Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya yang sudah berlangsung sejak Januari 2014 dan akan berakhir pada akhir Desember 2015. BNI mencatat peningkatan sebesar 100% atau 2 kali lipat pada jumlah Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dilayani, yaitu dari 2,7 juta transaksi pada tahun 2014 menjadi 5,4 juta transaksi hingga November 2015.

“Sebagai Bank Operasional 1 Pusat, saat ini BNI  melayani seluruh wilayah Indonesia. BNI menjadi mitra seluruh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang berjumlah 181 kantor. Total transaksi yang mencapai lebih dari 5,4 juta sepanjang tahun 2015 telah menyalurkan nominal dana APBN lebih dari Rp 172,4 triliun,” ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Kamis, 17 Desember 2015.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyaluran Dana APBN melalui Bank Umum dalam hal ini BNI dengan pemerintah atau Kementerian Keuangan RI dilaksanakan di Jakarta, Kamis (17 Desember 2015). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Marwanto Harjowiryono, serta Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

Menurut Baiquni, dengan kerja sama ini, satuan-satuan kerja yang selama ini menjadi nasabah BNI akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam menyalurkan dana APBN karena dana tersebut dapat langsung masuk ke rekening tanpa melalui proses Real Time Gross Settlement (RTGS). Selain itu proses monitoring dan komplain handling atas dana masuk APBN lebih mudah dan terkontrol.

Melalui kerja sama ini, Kementerian Keuangan juga dapat memproses penyaluran APBN lebih cepat dan otomatis, karena sudah terintegrasi antara sistem Kementrian Keuangan dengan sistem Bank Operasional 1 Pusat, salah satunya BNI. Penyaluran dana APBN juga lebih akurat dan transparan karena sudah berjalan melalui sistem dan tidak ada proses manual didalamnya. Penyaluran APBN lebih terkontrol karena sistem pembayaran APBN melalui SPAN tersentralisasi antara Kantor Pusat Kementerian Keuangan dengan Kantor Pusat Bank Operasional 1 Pusat.

Bagi BNI, kerja sama ini dapat dimanfaatkan untuk menambah potensi sumber pengendapan Dana Pihak Ketiga (DPK) apabila Rekening Satuan Kerja atau Mitra Satuan Kerja dibuka di BNI. BNI juga dapat meningkatkan Brand Image kepada stakeholder sebagai bank BUMN yang turut andil dalam mensukseskan program pemerintah. Kerja sama ini juga akan lebih menarik minat Satuan kerja dan pengusaha yang menjadi mitra pemerintah untuk membuka Rekening di BNI. BNI menyediakan berbagai produk dan pelayanan yang menarik khusus untuk penerimaan dana APBN yang membuka rekening di BNI. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

53 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

1 hour ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

2 hours ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

3 hours ago

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

3 hours ago