Trancoal Pasific Bidik Pertumbuhan Laba 100%
Jakarta – PT Trancoal Pasific Tbk (TCPI) Perusahaan jasa pelayaran dan logistik batubara, optimis laba bersih tahun ini bisa tumbuh 100% atau menyentuh angka Rp150 miliar.
“Kami incar laba Rp150 miliar, tumbuh 100% mudah-mudahan target ini bisa dicapai,” ujar Direktur Utama PT Trancoal Pasific Tbk (TCPI), Dirc Richard Talumewo, di Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.
Richard optimis target tersebut bisa dicapai, mengingat saat ini harga batubara sedang membaik. Untuk itu, perseroan berencana untuk menambah sebanyak 3 kapal.
“Pertumbuhan laba ditopang dari bisnis kargo. Perusahaan tambang itu menigkat kargonya. Kami juga ada aset baru yang kami akuisisi yang kami percaya bisa menambah signifikan laba dan pendapatan,” jelasnya.
Baca juga: Masuk Bursa, Saham Transcoal Pacific Melonjak 69,57%
Richard mengungKapkan jika perseroan baru saja mencatatkan sahamnya di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, jalan perseroan untuk menggalang dana di pasar modal akan terbuka lebar.
“Sumber dana dengan kami jadi perusahaan terbuka akses ke bank dan penerbitan surat berharga bisa kami manfaatkan untuk tambah 3 armada tersebut. Aksi korporasi tidak stop disini, dengan terbuka jalan di pasar modal akan ada beberapa aksi korporasi akan kami lakukan tapi belum bisa kami detail. Tapi mudah-mudahan Semester dua sudah ada penjajakan untuk aksi korporasi,” pungkasnya. (*)
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More