Market Update

Trading Halt Dua Kali, Purbaya: Nggak Usah Takut, IHSG Bakal ke 10.000

Poin Penting

  • Trading halt akibat kepanikan pasar bersifat sementara, dipicu isu potensi penurunan status Indonesia dari emerging market ke frontier market
  • Fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, sehingga Purbaya optimistis penurunan klasifikasi oleh MSCI tidak akan terjadi
  • Koreksi IHSG diyakini hanya jangka pendek (2–3 hari), bahkan Menkeu menargetkan IHSG mampu menembus level 10.000 pada akhir 2026.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham yang telah dilakukan dua kali setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor hingga 8 persen.

Purbaya mengayakan kondisi ini merupakan guncangan sementara atau jangka pendek yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya.

Dia menilai pasar panik tersebut dipicu oleh potensi Indonesia yang mengalami penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi frontier market.

“Yang bisa saya pastikan adalah fondasi ekonomi kita nggak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility apa kita pasarnya dianggap pasar apa gitu, frontier level,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis, 29 Januari 2025.

Baca juga: IHSG Sesi I Masih Ditutup Merah ke Posisi 7.828, Turun 5,91 Persen

Purbaya pun optimis pasar saham Indonesia tidak mengalami penurunan klasifikasi, sebab fondasi ekonomi RI baik. Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan mengambil langkah untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

“Tapi saya nggak akan turun ke sana, karena fondasi kita bagus. Nanti kekurangan-kekurangan yang dibsebutkan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra (OJK),” jelasnya.

Adapun penurunan klasifikasi ini merupakan ancaman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) jika transparansi data kepemilikan saham yang diminta mereka tidak terpenuhi hingga batas waktu peninjauan pada Mei 2026.

Baca juga: Imbas MSCI, Outflow Investor Asing Tembus Rp6,12 Triliun

Lebih lanjut, Purbaya juga meyakini terkoreksinya pasar saham ini hanya akan terjadi dalam waktu singkat atau sekitar 2-3 hari ke depan. Optimisme tersebut seiring dengan target IHSG yang ingin dicapai untuk tembus 10.000 di akhir 2026.

“(IHSG) to the moon, jangan takut. Fondasi kita bagus. Kan saya Menteri Keuangannya. Optimis (IHSG sampai level) 10.000, nggak usah takut,” ungkap Purbaya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Ini Elemen Kunci agar Asuransi Wajib Bencana Bisa Diterapkan di Indonesia

Jakarta - Implementasi asuransi wajib bencana di Indonesia membutuhkan sejumlah elemen kunci dan kondisi pendukung agar… Read More

5 mins ago

Antisipasi Virus Nipah, Singapura Terapkan Skrining Ketat di Bandara

Poin Penting Singapura memperketat skrining bandara dengan pemeriksaan suhu bagi penumpang dari wilayah terdampak virus… Read More

17 mins ago

Trading Halt BEI, Airlangga Dorong Reformasi Regulasi Pasar Modal

Poin Penting Airlangga menilai trading halt BEI sebagai momentum reformasi regulasi pasar modal. Pembahasan reformasi… Read More

36 mins ago

Respons Evaluasi MSCI, OJK Siapkan Aturan Baru Batas Free Float 15 persen

Poin Penting OJK bersama SRO terus mengkaji kesesuaian proposal pasar saham domestik dengan ketentuan MSCI… Read More

50 mins ago

DPK Perbankan Naik Dua Digit, BI: Capai Rp9.467 Triliun per Desember 2025

Poin Penting DPK perbankan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp9.467,6 triliun per Desember 2025, didorong giro… Read More

57 mins ago

Bencana Alam Bikin RI Rugi hingga Rp50 Triliun per Tahun

Poin Penting Risiko kerugian bencana alam di Indonesia mencapai Rp20 triliun-Rp50 triliun per tahun, dengan… Read More

1 hour ago