Moneter dan Fiskal

Trading Halt BEI, Airlangga Dorong Reformasi Regulasi Pasar Modal

Poin Penting

  • Airlangga menilai trading halt BEI sebagai momentum reformasi regulasi pasar modal.
  • Pembahasan reformasi telah dilakukan bersama BI dan OJK, dengan fokus pembenahan aturan pasar.
  • Reformasi akan mengacu pada praktik terbaik global dan telah dikomunikasikan dengan MSCI.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memandang penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai momentum penting untuk melakukan reformasi regulasi di pasar modal.

Airlangga mengatakan pembahasan tersebut telah dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Ya pertama tadi sudah dibahas dengan sarapan, dengan Gubernur BI, dengan Ketua OJK, dengan Pak Mensesneg, dengan Kepala Menteri Investasi dan antara, dan tadi juga dihadiri Seskab,” ujar Airlangga saat ditemui wartawan, di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca juga: Trading Halt Dua Kali, Purbaya: Nggak Usah Takut, IHSG Bakal ke 10.000

Menurut Airlangga, pemerintah dan otoritas terkait sepakat memanfaatkan kondisi pasar saat ini untuk melakukan pembenahan regulasi pasar modal.

“Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereform regulasi daripada pasar modal,” imbuhnya.

Mengacu Praktik Terbaik Global

Airlangga menyebutkan, langkah reformasi regulasi tersebut akan mengacu pada praktik terbaik internasional dan telah dikomunikasikan sebelumnya dengan lembaga indeks global.

“Dan kami melihat best practice, jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,” beber Airlangga.

Baca juga: BEI Kembali Aktifkan Trading Halt usai IHSG Turun 8 Persen ke Level 7.654

Saat ditanya mengenai pesan khusus pemerintah kepada otoritas pasar modal, Airlangga menegaskan fokus utama tetap pada agenda reformasi. “Sudah tadi mengenai reform,” pungkasnya.

Sementara terkait jangka waktu pelaksanaan kebijakan tersebut, Airlangga menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada OJK. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

7 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

8 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

9 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

9 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

10 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

10 hours ago