Moneter dan Fiskal

TPID Berperan Penting Terjadinya Deflasi di Agustus 2017

Jakarta – Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berfungsi memantau dan menjaga kestabilan harga makanan di tiap daerah tampaknya telah berhasil menjaga kestabilan harga pangan, yang ditandai dengan deflasi sebesar 0,07 persen di Agustus 2017‎.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Chief Economist‎ Bank BTN Winang Budoyo dalam risetnya, di Jakarta, Senin, 4 September 2017. Menurutnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2017 yang menunjukkan deflasi 0,07 persen merupakan deflasi kedua di 2017 setelah bulan Maret yang tercatat deflasi 0,02 persen.

Dia mengungkapkan, deflasi pada bulan Maret 2017 disebabkan oleh turunnya harga-harga makanan akibat puncak masa panen, sedangkan deflasi pada bulan Agustus 2017 ini disebabkan oleh turunnya harga-harga bahan makanan yang sempat naik pada bulan Puasa dan Idul Fitri, seperti harga makanan dan tarif transportasi.

“Terlihat bahwa pola inflasi bulanan untuk bulan Agustus 2017 ini mirip dengan inflasi bulan yang sama tahun 2016, dimana deflasi terjadi di sektor Makanan dan Transportasi sementara lima sektor lainnya mengalami inflasi,” ujarnya.

Dirinya merinci, untuk kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,67 persen (mom) yang terutama didorong oleh turunnya harga bumbu-bumbuan dan sayuran. Sementara deflasi 0,60 persen (mom) di sektor transport disumbang oleh turunnya tarif angkutan udara dan angkutan antar kota ke level sebelum hari raya.

Kemudian, lanjut dia, inflasi di sektor perumahan juga mengalami penurunan dari 0,41 persen (mom) di 2016 menjadi 0,10 persen (mom) di Agustus 2017 karena pengeluaran rumah tangga untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik secara umum lebih rendah (1,0 persen di Agustus 2016 dan 0,04 persen di Agustus 2017).

Faktor lain yang membuat IHK Di bulan Agustus 2017 mengalami deflasi adalah karena adanya deflasi di inflasi volatile dan inflasi adiministered, serta lebih rendahnya inflasi inti bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2016. Inflasi volatile adalah inflasi yang dipengaruhi oleh faktor musiman seperti harga makanan.

Inflasi administered atau inflasi yang berasal dari kenaikan harga-harga yang ditentukan pemerintah di bulan Agustus 2017 mencapai -0,48 persen sebagai efek tidak jadi dinaikkannya tarif listrik dan BBM di semester II tahun ini. Sementara inflasi inti di Agustus 2017 mencapai 0,28 persen atau lebih rendah dari Agustus 2016 yang sebesar 0,36 persen. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

2 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

3 hours ago

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

5 hours ago

Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 20 Maret 2026, Indonesia Segera Putuskan lewat Sidang Isbat

Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More

6 hours ago

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More

7 hours ago

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More

8 hours ago