Categories: Keuangan

Total Premi Taspen Capai Rp6,68 triliun

Jakarta – PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (PT Taspen) mencatat, sepanjang 2015 Perseroan menghimpun premi sebesar Rp6,68 triliun. Angka ini melampaui target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015 yang sebesar Rp6,26 triliun atau mencapai 106,69% dari target RKAP.

Pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro, di Jakarta, Senin, 22 Februari 2016. Menurutnya, kenaikan premi ini berasal dari program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan premi anak usaha PT Taspen Life.

“Premi program JKK dan JKM mulai diterima per 1 Juli 2015 yang berdasarkan Peraturan Pemerintah No 70 tahun 2015,” ujar Iqbal.

Sedangkan dari sisi pelayanan, sepanjan 2015 lalu perseroan telah melakukan pembayaran klaim sebesar Rp4,52 triliun yang meliputi pembayaran program THT sebesar Rp4,48 triliun, klaim program JKK sebesar Rp538,7 juta dan klaim JKM sebesar Rp44,12 miliar.

“Berkat inovasi yang terus dilakukan, pembayaran klaim di 2015 dilakukan lebih mudah, cepat, aman dan tanpa biaya dalam rangka mencapai pelayanan melebihi harapan peserta yang implementasinya tercermin dalam pelayanan klaim 1 jam,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

47 mins ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

6 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

6 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago