News Update

Total Pendapatan Asuransi Jiwa 2025 Capai Rp238,71 Triliun, Tumbuh 9,3 Persen

Poin Penting

  • Total pendapatan asuransi jiwa 2025 mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3 persen yoy, namun pendapatan premi menurun 1,8 persen.
  • Premi reguler untuk bisnis baru tumbuh 7,8 persen, menunjukkan minat masyarakat terhadap asuransi jiwa tetap kuat.
  • Total tertanggung mencapai 168,03 juta orang, naik 8,6 persen dibanding 2024.

Jakarta – Kinerja industri asuransi jiwa pada 2025 menunjukkan dinamika yang kontras. Di satu sisi, total pendapatan industri tumbuh, namun di sisi lain pendapatan premi justru mengalami penurunan.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat, total pendapatan 57 perusahaan asuransi jiwa sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp238,71 triliun atau tumbuh sekitar 9,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo mengatakan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan hasil investasi.

Baca juga: LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi, Target Berlaku 2027

“Total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 mencapai Rp238,71 triliun, atau tumbuh sekitar 9,3 persen secara yoy. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada hasil investasi,” ujarnya dalam acara Konferesi Pers Kinerja Full Year 2025 di Grha AAJI, Jumat (13/3).

Meski demikian, kinerja premi justru menunjukkan tren yang berbeda. AAJI mencatat total pendapatan premi industri mengalami penurunan tipis sebesar 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Albertus, pelemahan premi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh turunnya minat masyarakat terhadap produk asuransi jiwa, melainkan lebih karena perubahan preferensi dalam pola pembayaran premi.

Di tengah penurunan premi secara keseluruhan, premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru menunjukkan tren positif. AAJI mencatat premi reguler untuk bisnis baru tumbuh sekitar 7,8 persen secara tahunan.

“Premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru mengalami peningkatan sekitar 7,8 persen yang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pelindungan asuransi jiwa tetap terjaga,” kata Albertus.

Baca juga: Klaim Asuransi Ditolak? Kenali Penyebab dan Cara Menghindarinya

Pertumbuhan minat terhadap produk asuransi jiwa juga tercermin dari jumlah tertanggung yang terus meningkat.

“Sepanjang 2025, total tertanggung industri asuransi jiwa mencapai 168,03 juta orang atau naik 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Albertus. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

4 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

4 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

5 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

5 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

5 hours ago