Poin Penting
Jakarta – Kinerja industri asuransi jiwa pada 2025 menunjukkan dinamika yang kontras. Di satu sisi, total pendapatan industri tumbuh, namun di sisi lain pendapatan premi justru mengalami penurunan.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat, total pendapatan 57 perusahaan asuransi jiwa sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp238,71 triliun atau tumbuh sekitar 9,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo mengatakan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan hasil investasi.
Baca juga: LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi, Target Berlaku 2027
“Total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 mencapai Rp238,71 triliun, atau tumbuh sekitar 9,3 persen secara yoy. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada hasil investasi,” ujarnya dalam acara Konferesi Pers Kinerja Full Year 2025 di Grha AAJI, Jumat (13/3).
Meski demikian, kinerja premi justru menunjukkan tren yang berbeda. AAJI mencatat total pendapatan premi industri mengalami penurunan tipis sebesar 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Albertus, pelemahan premi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh turunnya minat masyarakat terhadap produk asuransi jiwa, melainkan lebih karena perubahan preferensi dalam pola pembayaran premi.
Di tengah penurunan premi secara keseluruhan, premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru menunjukkan tren positif. AAJI mencatat premi reguler untuk bisnis baru tumbuh sekitar 7,8 persen secara tahunan.
“Premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru mengalami peningkatan sekitar 7,8 persen yang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pelindungan asuransi jiwa tetap terjaga,” kata Albertus.
Baca juga: Klaim Asuransi Ditolak? Kenali Penyebab dan Cara Menghindarinya
Pertumbuhan minat terhadap produk asuransi jiwa juga tercermin dari jumlah tertanggung yang terus meningkat.
“Sepanjang 2025, total tertanggung industri asuransi jiwa mencapai 168,03 juta orang atau naik 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Albertus. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More
Poin Penting Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mengingatkan nasabah meningkatkan kewaspadaan karena momentum pencairan THR dan meningkatnya… Read More
Poin Penting Waskita Karya (WSKT) mengerjakan pembangunan gedung baru seluas 8.438 m² senilai Rp217,97 miliar,… Read More
Poin Penting BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap Proses… Read More
Poin Penting Konsolidasi perusahaan asuransi BUMN mulai memasuki tahap persiapan teknis di bawah koordinasi IFG… Read More