Ilustrasi: Industri asuransi umum. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat kenaikan klaim yang dibayar industri asuransi umum sepanjang 2025. Total klaim asuransi umum tumbuh 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp47,01 miliar.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, menyebutkan bahwa, peningkatan klaim dibayar tertinggi berasal dari lini usaha asuransi penjaminan yang naik 44,8 persen menjadi Rp562 juta.
“Nah untuk klaim dibayar itu secara pertumbuhan itu tumbuh sebesar 4,1 persen, di mana klaim dibayar yang tertinggi terjadi di asuransi penjaminan dengan kenaikan sebesar 44,8 persen,” ucap Trinita dalam Konferensi Pers AAUI di Jakarta, 19 Februari 2026.
Baca juga: AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025
Secara nominal, lini usaha yang mendominasi klaim dibayar masih berasal dari asuransi kredit. Sepanjang 2025, klaim asuransi kredit tercatat sebesar Rp18,22 miliar atau naik 16,5 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp15,63 miliar.
Kenaikan juga terjadi pada lini asuransi engineering yang tumbuh 19 persen menjadi Rp1,9 miliar. Sementara itu, lini asuransi aneka (miscellaneous) meningkat 16,9 persen dengan nilai klaim mencapai Rp928 juta, dari sebelumnya Rp794 juta.
Dari sisi premi, AAUI sebelumnya melaporkan pendapatan premi industri masih mencatat pertumbuhan 4,8 persen menjadi Rp112,81 miliar pada 2025, dari Rp107,66 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca juga: Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025
Namun, capaian tersebut belum memasukkan satu perusahaan yang masih dalam pengawasan khusus, sehingga realisasi pertumbuhan masih di bawah proyeksi AAUI sebesar 8 persen. Jika data perusahaan tersebut diperhitungkan, pertumbuhan premi diperkirakan berada di kisaran 7,4–7,5 persen, mendekati target 8 persen.
Penurunan laju premi juga dipengaruhi keputusan salah satu perusahaan asuransi yang tidak lagi menjamin produk asuransi kesehatan, padahal pada tahun sebelumnya lini tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More
Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More
Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More
Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More
Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More
Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More