Categories: Banking Lifesytle

Total Balance Mandiri e-Cash Capai Rp68 Miliar

Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat, jumlah pengguna Mandiri e-Cash sudah mencapai sekitar 1,5 juta pengguna dengan jumlah agen sekitar 4.500 agen. Dari jumlah tersebut, total balance pemegang Mandiri e-Cash mencapai sekitar Rp68 miliar.

“Hingga akhir tahun 2015, jumlah agen ditargetkan menjadi lebih dari 9.000 loket agen,” ujar Senior Executive Vice President Transaction Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans, di Jakarta, Rabu, 4 November 2015.

Menurutnya, Mandiri e-Cash produk Bank Mandiri telah memberikan kemudahan masyarakat khususnya segmen unbanked dalam melakukan transaksi keuangan, sekaligus dapat dijadikan salah satu instrumen untuk program penyaluran dana bantuan pemerintah.

Instrumen program penyaluran dana bantuan pemerintah telah diujicobakan pada penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dimana penerima bantuan menerima dana bantuan langsung ke nomor mandiri e-cash.

Disamping itu, kata dia, Mandiri e-Cash juga dapat digunakan untuk membeli voucher PLN, melakukan transaksi di lebih dari 12.000 outlet dan 200 merchant online yang telah bekerja sama baik food delivery, leisure, online merchant hingga online games.

“Melalui aplikasi ini, pengguna juga dapat melakukan tarik tunai tanpa menggunakan kartu ATM. Selanjutnya, pemegang Mandiri e-Cash juga dapat melakukan transfer uang kepada teman atau kolega baik yang sudah terdaftar maupun yang belum terdaftar Mandiri e-Cash,” tukasnya.

Dalam memperluas jangkauan e-cash, Bank Mandiri telah melakukan kerja sama dengan Indomaret. Dengan adanya kerjasama ini tentunya dapat memperluas alternatif channel atau tempat bagi penerima bantuan untuk melakukan penguangan dana bantuan.

“Penerima bantuan juga dapat memanfaatkan dana tersebut untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari di Indomaret,” tutup Rico. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

View Comments

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

1 hour ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

7 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

7 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago