Ultah ke 57 Tahun, Doni Monardo Genap 8 Minggu Tidur di Kantor

Jakarta – Hari ini Letjen TNI Doni Monardo genap berusia 57 tahun. Doni tidak melewati detik-detik ulang tahunnya seperti biasanya dengan ditemani keluarga minimal isteri tercinta, Santi Monardo. Pas hari ulang tahunnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah genap 8 minggu tidur di kantor.

Sejak Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni mulai tidur di kantor. Begitu memegang komando penanganan wabah corona, Doni sama sekali tidak pernah pulang ke rumahnya di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten.

“Tujuannya agar fokus. Semua waktu, pikiran, dan tenaganya sepenuhnya tercurah melawan COVID-19,” tegas ayah dari Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo, dan Adelwin Azel Monardo ini, kepada infobanknews.com beberapa waktu lalu.

Waktu istirahatnya pun hanya 3-4 jam saja. Begitu bangun sampai tidur lagi, agendanya selalu padat. Mulai dari rapat secara online, memimpin pertemuan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menerima telepon dan pesan instan, sesekali menggelar jumpa pers, hingga menerima tamu yang ingin mendukung penanggulangan COVID-19. Misalnya tiga hari lalu Yasushi Itagaki, Direktur Utama Bank Danamon, yang menemuinya untuk menyampaikan dukungan dan perlindungan asuransi kepada 10.000 relawan medis dan non-medis di bawah koordinasi BNPB.

Di tengah kesibukannya, ada kebiasaannya yang tak berubah yaitu berolah raga. Sudah puluhan tahun Doni menyukai lari pagi dan berenang yang dilaksanakan dimana pun ia bertugas. Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat pada 10 Mei 1963 sudah membangun karirnya di dunia militer dengan sederet penugasan yang diembannya. Lulus Akmil pada tahun 1985, dan langsung bergabung dengan korps baret merah setelahnya. Karir dan prestasinya cemerlang. Pengalaman tempurnya terbilang tebal dan menonjol. Pernah merasakan desingan peluru di Timor Timor, bernegoisasi dengan GAM di Aceh hingga mendapat kepercayaan menjadi wakil Komando Satuan Tugas Khusus untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak di perairan Somalia pada Maret hingga Mei 2011.

Doni juga dikenal julukan “jenderal peduli lingkungan”. Jika orang berkunjung ke Grup 1 Kopassus dan melihat tanaman palem yang rindang maka itu adalah buah karya gotong royong Doni yang waktu itu masih berpangkat Mayor. Ketika memegang jabatan penting, Doni tak hanya berhasil melaksanakan tugasnya namun meninggalkan legacy yang berkaitan dengan lingkungan. Saat menjabat sebagai Pangdam Pattimura pada 2015-2017, Doni Monardo menerapkan gagasan “emas biru” dan “emas hijau” sebagai lambang kekayaan alam Maluku. “Emas biru” digunakan untuk menyebut kegiatan ekonomi berbasis kelautan. Sementara “emas hijau” digunakan untuk pelestarian lingkungan hidup.

Ketika menjadi Pangdam III Siliwangi yang membawahi wilayah Banten dan Jawa Barat pada 2017-2018, ia mencetuskan program “Citarum Harum” yang bertujuan untuk membersihkan sungai Citarum dari limbah rumah tangga. Sebelum menjadi Pangdam, Doni Monardo menjabat sebagai Komandan Paspampres pada tahun 2012 – 2014, Danjen Kopassus pada tahun 2014 – 2015. Pada 2018, nama Letjen TNI Doni Monardo yang menjabat Sesjen Wantannas sempat disebut-sebut menjadi kandidat Kepala Staf TNI AD sebelum akhirnya presiden memilih Letjen TNI Andika Perkasa. Tak lama berselang, presiden menangkat Doni Monardo menjadi Kepala BNPB. (Karnoto Mohamad)

Leave a Reply

Your email address will not be published.