Pertebal Pencadangan, Laba BRI Menyusut jadi Rp14,15 Triliun

Pertebal Pencadangan, Laba BRI Menyusut jadi Rp14,15 Triliun

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) hingga kuartal III-2020 mencatatkan laba bersih Rp14,15 triliun. Angka tersebut terlihat menyusut 42,9% bila dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama pada tahun lalu, sebesar Rp24,8 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, pihaknya tak memungkiri adanya penurunan laba yang disebabkan oleh pertebalan pencadangan.

“Kalau dipilih perbesar laba atau keselamatan, saya sebagai pemimpin bank besar memilih untuk keselamatan dengan bantalan cadangan,” kata Sunarso melaui video conference di Jakarta, Rabu 11 November 2020.

Meskipun ada penurunan laba, Sunarso mengatakan pihaknya masih menumbuhkan aset perusahaan hingga 10,89% hingga pada kuartal III-2020 dimana aset BRI telah mencapai Rp1.447,85 triliun.

Berdasarkan paparan laporan kinerjanya, pendapatan bunga bersih BRI pada kuartal III/2020 juga tercatat turun 7,47% menjadi Rp56,05 triliun bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu di Rp60,58 triliun.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat Rp1.131,92 triliun, atau naik 18,0% yoy dari Rp959,24 triliun. Sedangkan untuk rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BRI saat ini dinilai masih terpantau aman berada pada level 20,92%. Sementara LDR miliknya masih sangat kuat di level 82,63%. (*)

Editor: Rezkiana Np

Leave a Reply

Your email address will not be published.