Nilai Perdagangan Industri Halal di 2020 Tembus USD3 Miliar

Nilai Perdagangan Industri Halal di 2020 Tembus USD3 Miliar

Jakarta – Ketua Dewan Komisari OJK, Wimboh Santoso, mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut didukung oleh populasi negara Indonesia yang sebanyak 87% lebih merupakan beragama Islam.

Dengan potensi besar tersebut, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia bisa tumbuh hingga 5,72% di 2019. Disisi lain industri halal Indonesia juga terus meningkat.

“Nilai perdagangan industri halal di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai USD3 miliar dengan tren yang terus meningkat,” ungkap Wimboh, dalam Webinar IDX Channel Sharia Fair 2021 yang bertemakan Indonesia Menuju Pusat Ekonomi Dan Keuangan Syariah Dunia, di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.

Dalam memaksimalkan potensi dimaksud, lanjut Wimboh, terdapat beberapa tantangan yang masih akan dihadapi ke depan oleh Indonesia.

Di antaranya, keuangan syariah belum sepenuhnya terintegrasi dengan ekosistem industri halal. Hal ini mempengaruhi peningkatan market share keuangan syariah yang terbatas, di mana pada Januari 2021 masih sebesar 10% dari aset industri keuangan nasional.

Berikutnya, lanjut Wimboh, permodalan industri keuangan syariah per Desember 2020 juga masih terbatas. Di mana masih terdapat 6 Bank Syariah yang memiliki modal inti di bawah Rp2 triliun.

Literasi keuangan syariah juga masih sangat rendah yaitu sebesar 8,93% jauh tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 38,03%. Sementara indeks inklusi keuangan syariah yang sebesar 9,1%, juga masih jauh tertinggal dibandingkan dengan indeks nasional sebesar 76, 19%.

“Selanjutnya terbatasnya sumber daya di industri syariah, seiring dibutuhkannya sumber daya yang handal dan memiliki kopetensi tinggi di industri perbankan syariah. Selain itu tingkat kompetitif produk syariah dibandingkan produk konvensional,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.