Laba CIMB Niaga Anjlok Rp280 Miliar, Ini Penyebabnya

Laba CIMB Niaga Anjlok Rp280 Miliar, Ini Penyebabnya

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga), mencatat perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,7 triliun di semester pertama tahun 2020, atau turun sekitar Rp280 miliar bila dibandingkan dengan tahun 2019 diperiode yang sama yakni sebesar Rp1,98 triliun.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, banyak sektor usaha dihadapkan dengan tantangan yang berbeda sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Menurutnya, dalam industri perbankan, mengelola kualitas aset dan membantu mengarahkan nasabah pada masa sulit ini merupakan bagian dari prioritas utama baginya.

“Pada saat yang bersamaan, kami juga mengedepankan tindakan pencegahan yang ekstra untuk melindungi kesehatan dan keamanan karyawan, serta fokus pada likuiditas, kecukupan modal, dan menjaga efisiensi operasional Bank,” kata Tigor melalui keterangan resminya yang dikutip Sabtu, 1 Agustus 2020.

Sementara itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat baik sebesar 19,97% per 30 Juni 2020.Dengan total aset mencapai Rp274,4 triliun per 30 Juni 2020, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp203,7 triliun dengan rasio CASA sebesar 61,0%. Adapun Giro dan Tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 17,8% YoY dan 15,5% YoY, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Selain itu, jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp186,1 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis Consumer Banking. “Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kami tumbuh 9,2% YoY, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 4,7% YoY,” tukas Tigor. (*)

Editor: Rezkiana Np

Leave a Reply

Your email address will not be published.